MATARAM – Universitas Mataram (Unram) menjadi penggagas Pelatihan Dasar Teknik Energi Terbarukan di Indonesia. Sebanyak 47 guru dari 12 Sekolah Menengah Kejuruan se pulau Lombok telah mengikuti dua tahap pelatihan konsep dasar energi terbarukan. SMK tersebut menjadi pilot project untuk pendirian Center of Excellence (Pusat Keunggulan) Pelatihan dan Sertifikasi Teknologi Terbarukan Unram.

Berhimpun dalam Peka Sinergi (Pelatihan dan Sistem Sertifikasi Energi Terbarukan) yang merupakan hasil kerja sama dengan Pusat Pengembagan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri dan KM Utama Indonesia, didanai US $ 2 juta atau sekitar Rp 26 miliar oleh dana hibah MCA (Millenium Challennge Account) Indonesia yang merupakan bagian dari hibah proyek Persemakmuran Hijau MCA Indonesia.

Ketua Tim Peka Sinergi Unram Rahmad Sabani menjelaskan ingin memberikan keterampilan kepada siswa SMK agar bisa memiliki sertifikasi. ‘’Menghadapi MEA, agar kita tidak tersisih oleh pekerja asing illegal,’’ katanya menjelang penutupan pelatihan, kepada Tempo, Jum’at 3 Juni 2016.

Adapun materi pelatihan adalah dasar-dasar teknik energy terbarukan, agar dapat memahami konsep dasar dan prinsip energy hidro (tenaga air), energy surya, energy angin, serta energy biomasa. Selain itu juga agar memahami cara perhitungan dasar konversi energy dan mampu menyampaikan materi kepada siswa.

Yang disasar adalah SMK karena selama ini pengangguran di NTB adalah keluaran SMK. Karenanya, Peka Sinergi menyiapkan mereka memiliki kompetensi keahliannya. Ini adalah satu bagian Unram dari 40 perguruan tinggi di Indonesia sebagai lembaga penyelenggara pendidikan profesi.

Unram sendiri ingin memiliki daya saing internasional berbasis riset. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Unram Suwardji menargetkan pencapaiannya tahun 2025. ‘’Pusat keunggulannya ditarget berdiri tahun 2017,’’ ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here