MATARAM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin menyebutkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga memiliki peranan meningkatkan sumber daya kesehatan khususnya tenaga kesehatan. Baik dari segi kualitas, kuantitas maupun penyebarannya sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi.

Menurutnya, pembangunan di bidang kesehatan salah satunya dapat diwujudkan melalui pemberian pelayanan kesehatan yang didukung keberadaan perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Terlebih pasca disahkannya Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan yang menjadi angin segar bagi insan perawat demi mendapatkan payung hukum dalam menjalankan tugasnya.

Karenanya, ia berharap kepengurusan PPNI dapat menjadi wadah yang mengayomi anggotanya serta dapat memfasilitasi kendala dan potensi yang ada di PPNI. ‘’Yang utama mendorong anggotanya dalam upaya meningkatkan kualitas SDM keperawatan,’’ katanya sewaktu berbicara pada acara pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NTB dan DPD PPNI kota Mataram, Sabtu 14 Mei 2016, di gedung Sangkareang Kompleks Kkantor Gubernur NTB.

Menurut Muhammad Amin, memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat berarti turut mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia, yang mana pembangunan kesehatan merupakan salah satu indikator pentingnya.

Dalam kesempatan tersebut, wagub menghimbau kepada seluruh pengurus yang dilantik untuk senantiasa menjaga soliditas organisasi . Dikatakan bahwa dalam sebuah organisasi, yang penting adalah sharing dan senantiasa menjaga keutuhan organisasi dengan mengutamakan kepentingan organisasi, serta loyal terhadap organisasi. Terlebih dengan keanggotaan PPNI NTB yang jumlahnya mencapai 16.000 orang, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. ‘’Tentu peran PPNI sebagai wadah pemersatu demikian besar, ‘’ujarnya.

Pada kesempatan yang sama,Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPNI Harif Fadilah, menyatakan kesiapan PPNI untuk mendukung seluruh program pemerintah, baik dalam peran perawat sebagai pegawai dan bukan pegawai. Ia menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menjadi motor penggerak di lingkungan masing masing. ‘’Menjadi pengayom tentang pola hidup yang sehat di masyarakat,’’ ucapnya.

Namun demikian ia tidak menampik, PPNI kini sedang dalam fase adaptasi dan antisipsi terhadap berbagai hal baru yang timbul pasca disahkannya UU Nomor : 38 Tahun 2014 tentang keperawatan.

Hal senada juga diungkap Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI NTB Muhir yang menyampaikan harapannya agar segera dibentuk peraturan daerah tentang perawat sebagai tindak lanjut implementasi UU Keperawatan sehingga ada payung hukum bagi rekan rekannya di daerah. Perawat adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. ‘’Maka saya mengajak rekan- rekan untuk tetap semangat bekerja dengan loyalitas yang tinggi dan tunjukkan soliditas serta kebersamaan dalam organisasi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here