MATARAM – Komando Resimen (Korem) 162 Wirabhakti di Mataram sudah menerima instruksi untuk melakukan penangkapan terhadap oknum-oknum pelaku yang mengarah dugaan kebangkitan PKI Gaya Baru. Jika sebelumnya ada yang dilepas sewaktu ketahuan mengenakan baju bergambar yang mengarah komunis, maka sekarang ini akan ditangkap untuk diserahkan ke markas Komando Distrik Militer atau markas Korem.

Menurut Kepala Penerangan Korem 162 Wirabhakti Mayor CAJ Nasrullah sewaktu dikonfirmasi Tempo melalui telepon membenarkan instruksi tersebut. ‘’ Ditangkap. Jangan dipukul,’’ kata Nasrullah. Penangkapan terhadap mereka yang diketahui sebagai pelaku penyampai pesan melalui media sosial, tanpa tindak kekerasan, mereka dibawa ke markas Kodim atau Korem. ‘’Mereka tidak lagi dilepas seperti sebelumnya,’’ ujar Nasrullah.

Instruksi tersebut diterima Selasa 10 Mei 2016 lalu dari Markas Besar TNI AD. Tindakan mewaspadai penggunaan atribut tersebut sebagai antisipasi. Untuk diusut dan lebih lanjut untuk mengetahui dari mana asal usul atribut yang didapatnya. ‘’Untuk antisipasi terhadap penggunaan atribut atau simposium atau pelemparan pesan media sosial. ‘’ ucapnya.

Sebelumnya, sewaktu melakukan coffe morning, 5 April 2016 lalu, pejabat lama Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede mengatakan temuan dugaan kebangkitan PKI gaya baru.

Mengenai dugaan bangkitnya PKI gaya baru, ini ditandai dengan ditangkapnya orang yang datang dari Tegal Jawa Tengah mengenakan baju kaos bergambar palu arit. ‘’Ada 5-6 kali ditemukan orang yang mengenakan baju kaos palu arit,’’ katanya.

Mereka didapati mondar-mandir Lombok Timur – Sumbawa. Dan yang terakhir, dipergoki di tengah keramaian penonton perayaan Imlek di tengah pusat perdagangan Cakranegara Mataram. Waktu itu, Konsulat Jenderal Cina mendatangkan tim kesenian dari negerinya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi menyampaikan Pancasila merupakan harga mati bagi kedaulatan bangsa, tidak ada lagi kompromi dan negosiasi, karena saat ini muncul gerakan-gerakan yang berusaha merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. ‘’Bahkan dapat mengancam kedaulatan bangsa,’’ ujar Muhammad Zainul Majdi sewaktu menerima pejabat baru Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Inf Farid Makruf, Kamis 12 Mei 2016 pagi.

Melalui keterangan pers yang dikirimkan Humas Pemerintah Provinsi NTB Zainul Majdi dikutip meminta harus tetap waspada. Ia mengatakan kejadian-kejadian seperti itu tidak muncul secara kebetulan. ‘’Pancasila sudah harga mati, tidak ada lagi negosiasi,” ujarnya

Saat ini, menurut Muhammad Zainul Majdi, cara-cara yang ditempuh semakin kreatif, yaitu dengan melibatkan diri beberapa industri kreatif anak muda.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here