MATARAM – Lebih 970 orang dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia Nusa Tenggara Barat (IDI NTB) akan melaksanakan bakti sosial berupa pembebasan biaya pada tanggal 20 Mei 2016. Ini adalah dimulainya kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun IDI yang berlangsung 24 Oktober 2016. Tidak diperkirakan nilai bakti sosial tersebut, semua dokter spesialis akan menjadi penggerak kegiatan tersebut.

Ketua IDI HTB dr. Komang Geruduk menjelaskan kegiatan pembebasan biaya tersebut sewaktu dihubungi Tempo, Kamis 12 Mei 2016 sore. ‘’Bakti sosial ini dilakukan oleh para dokter anggota perhimpunan dokter spesialis,’’ katanya.

Terhitung November 2015 lalu, jumlah anggota IDI yang tersebar di 10 kabupaten-kota se NTB sebanyak 970 orang. Diantaranya 40 persen adalah dokter baru dan sebanyak 60 persen belum mapan praktek pribadinya. Apalagi tidak semua dokter adalah pegawai negeri sipil. ‘’Karena status dokter masih banyak yang kontrak, sehingga yang memotori pembebasan biaya ini para dokter spesialis,’’ ujar Komang Geruduk. Kalau ada yang menarik biaya pemeriksaan pasien, uang yang terkumpul digunakan untuk kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia.

Tidak semua kegiatan bakti sosial dilakukan secara langsung melalui kegiatan kepada masyarakat. Seperti operasi katarak atau bibir sumbing atau berperan serta dalam kegiatan cuci tangan pakai sabun (CCPS) terhadap anak-anak sekolah. Sebelumnya ada program sejuta telur untuk anak balita melalui posyandu. ‘’Kami menghindari tuduhan adanya gravitasi kalau ada sponsor perusahaan,’’ ucapnya.

Saat ini adalah lebih 40 perhimpunan dokter spesialis. Mereka diarahkan menjadi penggerak dokter muda yang berpartisipasi mengikuti kegiatan bakti sosial lainnya seperti ceramah umum, peningkatan pengetahuan dan keterampilan profesi, mempererat kesejawatan, pemilihan dokter kecil. Di Mataram sudah berlangsung kegiatan Lombok Kardiovaskular Update ke-2 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialiasi Kardiovaskuler Indonesia.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here