MATARAM – Dipecat dari keanggotaannya sebagai kader Golkar, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB) Muhammad Amin dan Ketua DPRD NTB Umar Said melakukan perlawanan. Merasa tidak pernah berbuat kekeliruan dalam pertikaian antar kubu Abu Rizal Bakri dan Agung Laksono, mereka menyatakan penyesalannya tidak pernah dimintai keterangan oleh DPP Partai Golkar.

Muhammad Amin dan Umar Said secara terpisah memberikan tanggapan Melalui telepon, Selasa 12 April 2016 sore. ‘’Masih terhormat pemberhentian Fahri Hamzah yang melalui pertimbangan majelis kehormatan partainya,’’ kata Muhammad Amin yang berasal dari Kabupaten Sumbawa seperti asal Fahri Hamzah walau bukan satu kecamatan.

Masing-masing Muhammad Amin dan Umar Said pernah menjadi ketua DPD Golkar di daerah kabupatennya. Muhammad Amin di Sumbawa dan Umar Said di Lombok Barat. Juga pernah menjadi ketua DPRD di daerahnya.

Ketua DPP Partai Golkar Aburizal Bakri dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham tertanggal 31 Maret mengeluarkan surat pemberhentian mereka dari keanggotaan melalui surat keputusan : Kep/98/OPP/Golkar/III/2016. Alasannya, tindakan mereka bila dibiarkan merongrong kewibawaan Partai Golkar di NTB. ‘’Telah melakukan tindakan penentangan keputusan DPP,’’ katanya tertulis dalam surat keputusan tersebut

Muhammad Amin mengakui melakukan protes penarikan Umar Said dari jabatan Ketua DPRD NTB. Ia yang sebelumnya sekretaris DPD Golkar NTB juga menyatakan tidak mendukung kepengurusan baru hasil Musda Golkar NTB yang diselenggarakan memenangkan Suhaili. ‘’Semestinya belum waktunya dilakukan. Menunggu Munas terlebih dahulu,’’ ujar Muhammad Amin.

Umar Said pun menyatakan ada kepentingan perorangan di DPD Partai Golkar NTB walaupun mereka mengaku tidak tahu menahu. ‘’Semestinya kan ada proses partai. Karenanya saya mengajukan klarifikasi ke partai,’’ ucapnya.

DPD Partai Golkar NTB yang diketuai Suhaili dan Wakil Sekretaris Agus Salim Iskandar mengeluarkan surat kepada DPRD NTB Nomor : 42/Golkar-NTB/2016 tertanggal 11 April 2016 tentang pemberhentian dari keanggotaannya setelah sebelumnya Nomor 17/Golkar-NTB/2016 tertanggal 4 Februari 2016 perihal pergantian antar waktu sesuai surat sebelumnya. Umar Said ditarik dari jabatannya sebagai ketua DPRD NTB digantikan oleh Baiq Isvie Rufaida yang menjadi sekretaris DPD Partai Golkar NTB.

Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB Misbach Mulyadi menyatakan tidak pernah mengusulkan pemberhentian Muhammad Amin dan Umar Said. ‘’Pergantian Umar Said adalah kebijakan DPP Partai Golkar karena kinerjanya,’’ ujar Misbach Mulyadi yang tiba di Mataram dari luar daerah, mengaku belum melihat SK pemberhentian Muhammad Amin dan Umar Said.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here