MATARAM – Pemantauan Gerhana Matahari Sebagian di Lombok dilakukan bersama oleh Stasiun Geofisika dan Observatorium Magnetik Universitas Mataram (OM Unram) di Desa Rembitan Kabupaten Lombok Tengah. Pemantauan dilakukan bersama mahasiswa dan warga setempat.

Kepala OM Unram Teti Zubaidah menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan sejak pagi hari sebelum gerhana mencapai puncaknya pada pukul 08.28. Berakhir sekitar pukul 10. ‘’Ada penurunan magnit bumi pada saat gerhana,’’ kata Teti Zubaidah yang merupakan pengajar elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Kepala Stasiusn Geofisika Mataram Agus Riyanto menjelaskan bahwa di kota Tanjung Kabupaten Lombok Utara, gerhana matahari sebagian mencapai 80 persen tertutup bulan. ‘’Di sini lintasannya lebih bagus dibanding di Bali,’’ ujar Agus Riyanto yang melakukan kegiatan bersama di BMKG Bali di Tuban Badung.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika di Stasiun Geofisika Mataram Moh.Iqbal Tawakal menyebutkan kegiatan pengamatan di kantor Observatorium Geomagnit Lombok meliputi pemantauan kontak I pukul 07.22 dan puncaknya pukul 08.28 yang menggunakan alat khusus observasi magnetic diantaranya Fluxg, Proton Precision Magnetometer dan Teodolit yang diperlukan untuk mengukur variasi magnetic . ‘’Pengukuran ini dilakukan tiga hari sebelum dan tiga hari sesudah gerhana,’’ ucapnya. Hasilnya dikeluarkan setelah berakhirnya perhitunga yang dibuat Stasiun Geofisika dan Observatorium Magnetik.

Di halaman kantor Observatorium Geomagnetik Lombok Universitas Mataram di Desa Rembitan Kabupaten Lombok Tengah, pengamatan dilakukan secara bergantian selama kurang lebih empat jam menggunakan kaca mata yang dibagikan, melihat gerhana matahari. Setelah puncak gerhana itu, dilakukan salat yang diikuti oleh sekitar 200 orang warga setempat.

Seorang nenek lima orang cucu, Sahnun alias Uwak Miun, 60 tahun, yang tinggal di Dusun Rembitan sekitar 15 menit berjalan kaki ke lokasi pengamatan menyatakan senang diberitahu dan dilibatkan oleh Kepala Observatorium Magnetik Lombok Universitas Mataram Teti Zubaidah. ‘’Saya bersama 10 orang dari kampung mengikuti salat ini. Mohon keselamatan dan kesehatan,’’ katanya kepada Tempo melalui telepon. Desa Rembitan berjarak sekitar 60 kilometer arah tenggara dari kota Mataram.

Terjadinya gerhana matahari sebagian di Lombok diikuti salat gerhana di berbagai lokasi di pulau seribu masjid se Lombok. Di kota Mataram diselenggarakan di Masjid Raya Attaqwa dan Masjid Al Muttaqin Cakranegara. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi yang melakukan bimbingan tata cara salat gerhana (bukan imam) di Masjid Raya Attaqwa.

Zainul Majdi meminta jamaah salah gerhanan yang memenuhi Masjid Raya Attaqwa Mataram mendoakan keluarga, Nusa Tenggara Barat dan bangsa Indonesia. ‘’Agar diberkahi dan dijauhkan dari marabahaya,’’ ujarnya.

Ia yang ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan juga menjelasakan bahwa fenomena gerhana ini sebagai bentuk kasih sayang Allah yang mengatur matahari dan bulan agar manusia masih bisa hidup di bumi dan sholat sunnah ini merupakan kesempatan langka yang mungkin hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup. ‘’Berbahagialah yang hari ini bisa melaksanakan,’’ ucapnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here