MATARAM – Walaupun wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya menjadi lintasan gerhana matahari sebagian, 9 Maret 2016 mendatang tetapi durasi gerhana yang teramati di NTB rata-rata 2 jam 23 menit. ‘’Durasi terlama di Bima, yaitu 2 jam 24 menit 18,8 detik,’’ kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui penjelasan tertulisnya, Jum’at 4 Maret 2016 malam.

Gerhana yang teramati dari NTB adalah Gerhana Matahari Sebagian (GMS), secara umum, gerhana di NTB akan dimulai pada pukul 07:23 WITA. Puncak gerhana terjadi pada pukul 08:30 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 09:45 WITA.

Stasiun Geofisika Mataram, akan memantau di lintasan wilayah NTB yang magnitudo gerhana terentang antara 0,786 di sebelah Selatan pulau Sumbawa hingga 0,818 di bagian Utara pulau Lombok. Adapun kota dengan magnitudo terbesar adalah di Tanjung, yaitu 0,814.

Secara ringkas : gerhana matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tanggal 9 Maret 2016 diprediksi terjadi Gerhana Matahari Total (GMT), yang jalur totalitasnya melewati 45 kota di 12 provinsi di Indonesia.

Pada tahun 2016 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, yaitu 1. GMT 9 Maret 2016 yang dapat diamati dari Indonesia. 2. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 23 Maret 2016 yang diamati dari Indonesia 3. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 18 Agustus 2016 yang diamati dari Indonesia 4. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 1 September 2016 yang tidak dapat diamati dari Indonesia 5. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 16-17 September 2016 yang dapat diamati dari Indonesia.

GMT 9 Maret 2016 dapat diamati di Asia bagian Selatan, Asia bagian Timur, Asia bagian Tenggara, Australia bagian Utara, Samudra Pasifik, dan sedikit daerah Amerika bagian Utara. Jika magnitudo gerhananya 1 atau lebih dari 1, matahari tergerhanai total. Namun, jika magnitudonya kurang dari 1, matahari tergerhanai sebagian.

Jalur totalitas gerhana ini akan melewati 45 kota dan kabupaten di 12 provinsi, yaitu Sumatera Barat bagian Selatan, Bengkulu, Jambi bagian Selatan, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat bagian Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Adapun daerah lainnya akan mengamati GMT 9 Maret 2016 berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana tertentu.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here