JAKARTA – Berlakunya Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara mewajibkan perusahaan tambang mengelolah bahan bakunya di Indonesia berdampak pada PT Newmont Nusatenggara (NNT) wajib membangun smelternya di Indonesia.

Anggota Fraksi Nasional Demokrat DPR RI asal Nusa Tenggara Barat Kurtubi yang juga pernah menjadi komisaris PT NNT menyatakan Newmont harus membangun smelternya di Sumbawa.

Menurutnya, sikap mendesak PT NNT untuk membangun smelter di Sumbawa sudah di sampaikan sejak dirinya menjadi Komisaris PT NNT. Di dalam rapat-rapat komisaris dan direksi saya selalu berpendapat Newmont harus membangun smelter, dimana? di tanah Sumbawa bukan di Gresik,” jelasnya. Namun menurut Kurtubi, pandangan dirinya yang berpihak kepada lokal Sumbawa justru seringkali di counter oleh pemegang saham asing.

“Saya dalam rapat-rapat komisaris sering di counter, pihak asing-asing itu ngak setuju dengan alasan bangun smelter itu mahal.” terang Kurtubi seraya menjelaskan pembangunan Smelter tetap feasible secara ekonomis. ,” kata Kurtubi sewaktu berbicara pada Sarasehan dan Bincang-Bincang bertemakan Sinergi Keberadaan Pertambangan untuk Membangun Sumbawa Incorporate di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Ahad 9 November 2014 sore.

Disebutkan keunggulan pembangunan smelter di pulau Sumbawa, tersedianya lahan yang cukup luas. Kesulitan di Indonesia biasanya dalam pembebasan lahan, kalau smelter di bangun di pulau Sumbawa tidak ada persoalan pembebasan lahan. Apalagi, listrik yang ada di kawasan PT NNT yang beroperasi menggunakan batu bara sudah tersedia, dan itu menjadi faktor pendukung untuk beroperasinya smelter di pulau Sumbawa.

Kurtubi berjanji akan tetap bersuara dan menggalang anggota DPR RI dapil NTB untuk mendesak PTNNT agar membangun Smelter di Pulau Sumbawa. Ia tidak setuju konsetrat Newmont di olah di PT Smelting di Gresik Jawa Timur. Sebagai anggota DPR mewakili NTB ia akan perjuangkan itu. Bila perlu Newmont diajak diskusi keberatan mereka.

Pernyatan Kurtubi ini juga didukung oleh narasumber lain Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Musyafirin dan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Sumbawa A.Ibrahim serta eks Gubernur NTB 1998-2003 Harun Al Rasyid.

Manager Social Responsibilities PT NNT Syarafuddin Jarot mengatakan NNT sangat terbuka dengan keinginan masyarakat agar smelter dibangun di Sumbawa. Saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Pusat dan pihak ketiga yang bersedia membangun smelter, ‘’Apakah dimana terserah. Kami harapkan kalau memang itu ada di KSB atau di Sumbawa,” ujarnyasnya.

Menurutnya, PT NNT mempunyai prinsip yang sama. Tetapi sekarang itu diharapkan ada pihak ketiga yang serius. PT NNT menyiapkan produksi yang setiap tahun sesuai dengan kapasitas yang ada. ‘’Mudah-mudahan ada yang serius dalam waktu-waktu dekat ini,’’ katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here