MATARAM – Rumah Sakit Jiwa Nusa Tenggara Barat (RSJ NTB) siap menampung para calon legislatif yang kemungkinan mengalami gangguan jiwa pasca pemilihan umum 9 April 2014 mendatang. Walaupun tidak membentuk tim khusus dan menyiapkan ruang khusus, dipastikan akan melayani mereka yang memerlukan pelayanan.

Direktur RSJ NTB Elly Rosilawijaya menjelaskan kesiapan pelayanan penanganan para calon legislatif asal NTB, Jum’at 28 Maret 2014 siang. ‘’Tentu dong siap. Kami siap menerima mereka kapan saja,’’ katanya.

Persaingan perebutan 65 kursi DPRD NTB oleh 764 orang calon legislatif digambarkan sangat ketat. Terbagi delapan daerah pemilihan,(dapil) menurut Kepala Bagian Hukum dan Humas Komisi Pemilihan Umum NTB Mars Ansori Wijaya masing-masing partai politik (parpol) peserta pemilu bisa mengajukan 100 persen. ‘’Dari jatah kursi setiap dapil, parpol bisa mengajukan sejumlah calon yang sama banyaknya,’’ ujarnya.

Delapan dapil se NTB adalah Kota Mataram dijatah lima kursi, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (12), Kabupaten Lombok Tengah utara (7), Kabupaten Lombok Tengah selatan (7), Kabupaten Lombok Timur utara (9), Kabupaten Lombok Timur selatan (6), Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa (8), Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima (11).

Selama ini di NTB, berdasarkan Survey Kesehatan Mental Rumah Tangga (SKMRT) 2007, penderita gangguan jiwa berat sebanyak 0,99 persen atau dibulatkan menjadi satu persen atau 31 ribu jiwa dari penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 70 persen atau sekitar 3,1 juta jiwa. Sedangkan penderita gangguan mental emosional 12,8 persen, lebih tinggi dibanding angka nasional 11,6 persen.

Berdasarkan SKMRT 2007, NTB berada di urutan ke-4 setelah DKI Jakarta, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat. Menurut Elly, gangguan jiwa bisa disebabkan keturunan, kemiskinan yang membuat beban hidup yang cukup berat. Sehingga tidak mampu menanggung tekanan menjadi stress.

Penderita gangguan jiwa berat terbesar di Kabupaten Bima, 1,5 persen. Sedangkan di pulau Lombok – ada lima kota-kabupaten – di urutan kedua adalah sebesar 1,2 persen dan terbanyak di Kabupaten Lombok Timur.

Akhir-akhir ini, perawatan di RSJ NTB bisa mencapai 100 persen dari kesediaan tempat tidur. Dulunya sekitar tahun 2000 hanya berkisar 30-40 persen. Setelah itu, 2011 meningkat menjadi 73persen dan akhirnya sepenuhnya dimanfaatkan untuk layanan perawatan penderita. Bahkan sampai ada yang harus menunggu di ruang intalasi gawat darurat karena penuh.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here