MATARAM – Penyelesaian pembangunan bendungan Pandanduri Swangi senilai Rp 432 miliar di Kabupaten Lombok Timur diperkirakan akan molor empat bulan hingga Oktober 2014. Ini disebabkan terhalangnya pekerjaan penimbunan tanah sejak akhir Oktober 2013 lalu.

Gara-garanya, hujan yang sampai bulan ini masih berlangsung. Karenanya mengancam pertambahan potensi produksi padi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari areal seluas 5.168 hektar atau jika mampu menghasilkan empat ton saja per hektarnya maka berarti ada 20.672 ton produksi padi yang tertunda.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Nusa Tenggara Barat (SNT PJSA NTB) Abdul Hafiz Nadjib mengemukakan keterlambatan penimbunan bendungan tersebut, Kamis 13 Februari 2014 pagi. ’’Selama lima bulan terakhir ini tidak bisa menimbun. Hampir seluruhnya. Terhenti pekerjaannya,’’ kata Hafiz.

Keseluruhan pengerjaan konstruksi Pandanduri Swangi yang dimulai 2012 lalu sudah mencapai 85 persen selesai. Karena itu, diharapkan setelah bulan Februari 2014 ini jika curah hujan berkurang, penimbunan yang diperkirakan mencapai ratusan ribu kubik tanah untuk bendung utamadan sembilan bendung pendukungnya bisa dikerjakan selama dua bulan mendatang. ’’Penimbunan tanah ini menunggu kering. Tidak bisa becek, nanti seperti bubur,’’ ucapnya.

Penimbunan bendung itu bervariasi, yang lebar dasarnya 200 meter lebar atasnya antara 7-10 meter dan tingginya di bendungan utama sampai 41,5 meter.

NTB semula dikenal sebagai daerah rawan pangan. Setelah diperkenalkan sistem tanam gogo rancah dan sesudah ada sembilan bendungan untuk mengairi sawah tadah hujan, NTB mampu menjadi salah satu gudang pangan nasional.

Sekretaris Badan Kordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan NTB Husnanidiaty Nurdin menyebutkan target produksi padi 2014 ini mencapai 2,3 juta ton dari sebelumnya 2,1 juta ton gabah kering giling. Jika tertundanya penyelesaian pembangunan Pandanduri Swangi, maka akan diperhatikan peningkatan produksi padinya pada lahan yang sudah ada. ’’Sejak mulai musim tanam sekarang ini kami waspadai,’’ ujarnya. Dia berharap penundaan Pandandure Swangi tidak terlalu berdampak.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here