Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Sunday, 28 July 2013 • NASIONAL

MATARAM - Para petani tembakau Virginia Lombok meminta pemerintah membuat regulasi yang menguntungkan. Selama ini, para petani tembakau cenderung hanya direndahkan semata-mata karena rokok dapat menimbulkan penyakit. Padahal, negara cukup besar menikmati hasil pendapatan dari produksi rokoknya.

Pengurus dan para anggota Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Nusa Tenggara Barat (APTI NTB) mengemukakannya sewaktu bertemu di kantornya sekaligus sebagai gedung serba guna d Mantang Lombok Tengah, Sabtu 27 Juli 2013 petang. ‘’Produksi kami selalu dipojokkan. Padahal hasil cukainya juga diterima negara,’’ kata Ketua DPD APTI NTB Sahminudin kepada Tempo, sebelum penyerahan 10 laptop bantuan hibah Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI).

Mereka membahas Peraturan Pemerintah Nomor : 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. PP tersebut dinilai menyudutkan petani.

Sahminudin, 50 tahun, sarjana pertanian tamatan Universitas Mataram tahun 1988, juga menyesalkan adanya isu kelebihan areal produksi tanaman tembakau Virginia Lombok yang diduga untuk menjatuhkan harga. Padahal, katanya, sebanyak 40 ribu ton yang dihasilkan habis dibeli oleh 20 perusahaan pemasok tembakau pabrik rokok di Indonesia. NTB memperoleh bagian dana bagi hasil cukai hasil tembakau sejak 2010 dan terakhir 2012 menerima lebih dari Rp 139 miliar setahun.

Saat ini, kebutuhan tembakau pabrik rokok di Indonesia 80 persen disuplai produksi tembakau Virginia Lombok. Saat ini, ada 59.500 hektar lahan tanaman tembakau di Lombok yang digarap oleh sekitar 17.000 petani yang 70 persen berada di Lombok Timur dan 30 persen di Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Perkebunan NTB M Rusli juga menyesalkan pihak yang selalu memasalahkan produksi tembakau Lombok. Dikatakannya bahwa tidak adil kalau petani dilarang mengembangkan areal sedangkan impor tembakau dibolehkan. ‘’Juga disesalkan adanya kampanye anti rokok sedangkan biayanya berasal dari cukai tembakau,’’ ujarnya.

Wakil Ketua Umum AMTI Boedidoyo sebelum menyerahkan 10 dari 419 laptop donasi PT HM Sampoerna Tbk dan Putera Sampoerna Foundation, untuk kepentingan pemantauan informasi cuaca, teknologi tanaman tembakau, database petani dan kuota kebutuhan perusahaan rokok mengatakan bahwa tekanan terhadap produksi tembakau cukup besar berasal dari regulasi. ‘’Karena itu, agar tidak terombang-ambing isu sesat, perlu akses informasi yang utuh melalui media ini,’’ ucapnya.

Salah seorang pengurus APTI NTB Hajah Baiq Muliati mengingatkan pemerintah bahwa tanaman tembakau telah menjadikan lapangan pekerjaan di daerahnya. Terutama di Kecamatan Janapria dan sekitarnya wilayah selatan Lombok. ‘’Kriminalitas sangat berkurang sejak adanya penanaman tembakau,’’ katanya. Apalagi tanaman tembakau ini 90 persen melibatkan pekerja perempuan terkecuali pengolahan tanahnya. ‘’Tanaman tembakau ini membangkitkan ekonomi di Lombok,’’ ujarnya kemudian.(sk)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» Pemkot Mataram Akan Benahi PKL Liar
08/25/2014 07:38 am | 2 Comments
» Jet Star Tutup Rute Perth - Lombok, BPPD Rintis Bandung - Lombok
08/16/2014 01:58 pm | 3 Comments
» KONTRAK KARYA TAMBANG BATU HIJAU DIUSULKAN DIUBAH
08/08/2014 06:20 pm | 2 Comments
» Mempersiapkan Peringatan 200 Tahun Meletusnya Gunung Tambora
08/04/2014 03:49 pm | 2 Comments
» SENIMAN TUA AMAQ RAYA YANG BUTUH BANTUAN HIDUP
07/28/2014 10:18 am | 4 Comments
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com