Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 13 July 2013 • HUKUM

MATARAM - Tidak ada perkembangan baru penanganan pengungsi jamaah Ahmadiyah di Mataram, Praya dan pengungsi jamaah Salafi di Gerung Kabupaten Lombok Barat. Mereka masih menderita di tempat penampungan yang tidak layak dan pelaku perusakan rumah warga Ahmadiyah dan Salafi tidak pernah ditangkap dan diadili. Temuan ini akan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, DPR RI dan diumumkan kepada publik.

‘’Kami kecewa. Nihil penanganan hukumnya. Mereka juga tidak mendapatkan fasilitas pelayanan publik,’’ kata Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia M Imdadun Rahmat bersama Wakil Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Masruchah dan Asisten Utama Ombudsman RI Dominikus Dalu S, Jum’at 12 Juli 2013.

Setelah bertemu Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Nur Kamis 11 Juli 2013 siang, mereka bersama Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Lili Pintauli Siregar bertemu Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah NTB Komisaris Besar Reynhard Silitonga.

Di sana, mereka hanya mendapatkan jawaban tidak tahu dari Kepala Kepolisian Resor Lombok Barat Ajun Komisaris Besar Yulianus Yulianto sebagai pejabat baru. ‘’Mereka tidak menjawab apa-apa,’’ ujarnya. Disebutkan oleh Imdadun, adanya kesulitan penegak hukum untuk melakukan identifikasi pelaku dan tidak adanya saksi. Padahal pada zaman sekarang ini sudah banyak kecanggihan peralatan dan kemampuan teknologi yang dimiliki polisi yang bisa menemukan pelakunya.

Kemarin, tim gabungan tersebut hanya memperoleh jawaban normatif, bahwa prioritas yang dilakukan adalah melakukan pengamanan agar tidak timbul korban lagi. ‘’Ada yang secara jujur mengatakan belum tahu kasus ini,’’ ucap Masruchah.

Sejak 2006, para pengungsi warga Ahmadiyah baik yang di Asrama Transito NTB di Mataram sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau 116 jiwa dan di ex RSU Praya sebanyak sembilan KK atau 27 jiwa. Sedangkan enam kepala keluarga Jamaah Salafi di Dusun Mesangok Kecamatan Gerung Lombok Barat mengungsi di ruang penggilingan padi sejak 2008 milik jamaahnya.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» Bandara Internasional Lombok Rawan Pencurian
07/16/2014 11:43 am | 1 Comment
» Pungutan Tunjangan Sertifikasi Guru Di Lombok Timur Dan Mataram
07/15/2014 05:30 am | 3 Comments
» PEMKAB LOMBOK BARAT IZINKAN TAMBANG EMAS DI SEKOTONG
06/29/2014 11:36 am | 34 Comments
» Mengenal CC Forwani Di Desa Dangiang
06/23/2014 01:21 pm | 1 Comment
» NYALAMAK DILAU DI LAUT TANJUNG LUAR
06/20/2014 03:53 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com