Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Sunday, 5 August 2012 • DAERAH

MATARAM – Ini adalah puasa Ramadhan tahun ke tujuh yang dijalani oleh 36 kepala keluarga atau 138 jiwa jamaah Ahmadiyah di Asrama Transito Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram. Diantaranya, Sahidin, 40 tahun, bersama istri dan empat orang anaknya dalam keadaan prihatin.

‘’Memang ada perbedaan yang jauh,’’ katanya, ditemui di ruang penampungan warga Ahmadiyah, Sabtu 4 Agustus 2012 siang. Disebut seadanya, ia makan dengan lauk urap, pelecing kangkung atau sambel beberok. Yang lain, cukup dengan makan kolak karena yang dipentingkan berair.

Bahkan ada yang tanpa nasi seperti yang dialami orang tuanya, Rojib, 70 tahun yang kini tinggal terpisah di ex RSU Praya sebagai tempat penampungan warga Ahmadiyah di Kabupaten Lombok Tengah.

Betapa tidak. Ia kini hanya mengadu nasib sebagai tukang ojek untuk menafkahi keluarganya. Nafkahnya sehari hanya sekitar Rp 40 ribu sebelum dikurangi harga premium untuk BBM kendaraannya Rp 13 ribu. ‘’Namun, saya merasa qana’ah, ‘’ ujarnya. Qana’ah artinya cukup dan puas apa adanya tidak menuntut berlebihan. Apalagi, walaupun masih di tempat penampungan, sudah tidak ada lagi bantuan apapun baik sembako maupun kompor gas yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB setelah tiga tahun di sana.

Tidak sebagaimana dulunya, ia seorang saudagar hasil bumi di dusun asalnya Sambi Elen Bayan Kabupaten Lombok Utara. Sekali musim ia mampu menjual lima ton jambu mete yang perkilonya Rp 8 ribu atau nilai seluruhnya Rp 40 juta. Belum termasuk hasil jualan komoditi lainnya berupa jagung dan kacang panjang. Belum lagi, kekayaan ternaknya sebanyak lima ekor sapi.

Ia yang selain menjadi kordinator warga Ahmadiyah di tempat penampungan juga menjabat sebagai kordinator Pertablighan Ahmadiyah Wilayah Nusa Tenggara Barat sebenarnya berasal dari Pancor Lombok Timur. Tahun 1983 pernah menjadi warga transmigrasi lokal di Sambi Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Barat, tetapi mengalami penyerbuan pertama kali pada tahun 1997.

Di Asrama Transito NTB di Mataram ada 36 KK yang jumlahnya 138 jiwa. 17 orang anak dilahirkan oleh 13 orang warga selama dalam penampungan. Sejak 4 Pebruari 2006 mereka di penampungan setelah pemukimannya 21 rumah warga Ahmadiyah di kompleks BTN Bumi Asri Dusun Ketapang Gegerung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dirusak warga. Sedangkan di kota Praya Kabupaten Lombok Tengah ada delapan KK di penampungan sementara ex RSU Praya.

Demikian pula Sahrim Ahmadi, 43 tahun, asal Purwokerto yang sejak 1991 tinggal di Lombok, beristrikan Rohiyah, 40 tahun, asal Pancor Lombok Timur. Keluarganya, merasa cukup makan lauk tempe goreng, atau dadar telur dan pelecing kangkung. ‘’Ini kebiasaan orang Sasak,’’ ujar Rohiyah sambil senyum.

Sahrim seperti umumnya penganut faham Ahmadiyah awalnya adalah pedagang di pasar Pancor. Semula setelah diusir dari rumahnya ia menjadi pelayan pedagang gorengan. Kini, ia menjadi pedagang keliling mi ayam yang setiap harinya memiliki omset jualan Rp 200 ribu. Tetapi selama bulan puasa tidak jualan. ‘’Ramadhan kali ini dijalani dengan hati ikhlas,’’ ucap Rohiyah. Bulan puasa Ramadhan ini, bagi Sahrim, adalah kesempatan untuk beribadah. Karena itu, ia tidak berdagang agar tidak meninggalkan ibadah tarawih yang dilakukan bersama ratusan warga Ahmadiyah di musala yang kecil di asrama Transito.

Demikian pula Khaerudin, 37 tahun yang memiliki tiga orang anak – seorang diantranya berusia dua tahun yang dilahirkan sewaktu di tempat penampungan. Pedagang yang semula memiliki tiga kios berdagang sembako dan sandal di pasar Pancor Lombok Timur itu, kini juga menjadi tukang ojek di pangkalan Terminal Mandalika Bertais. Keadaan sekarang ini tidak disesalinya. ‘’Semula sih sedih berada di tempat penampungan. Tetapi kesedihan itu tidak boleh berlebihan,’’ katanya. Ia juga sesekali menjadi tukang bangunan dan tukang ukir.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» Pungutan Tunjangan Sertifikasi Guru Di Lombok Timur Dan Mataram
04/13/2014 02:50 am | 1 Comment
» Teluk Ekas Lombok Penghasil Tunggal Bibit Udang Lobster
04/11/2014 09:40 am | 1 Comment
» Pemprov NTB Mutasi 8 Pejabat
04/10/2014 08:29 pm | 2 Comments
» Pelanggaran Kampanye Di Radio-TV Se NTB
03/25/2014 01:04 pm | 1 Comment
» BENDUNGAN PANDAN DURI SUWANGI MULAI DIBANGUN MELALUI TELEKONFERENSI
03/20/2014 03:46 am | 1 Comment
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com