MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi menggalang kordinasi rapi intelijen daerah, Rabu 29 Pebruari 2012 besok. Ini dilakukan agar aparat daerah tidak lagi kecolongan kerusuhan. Semua anggota intelijen dari berbagai lembaga keamanan yang tergabung dalam Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) NTB berkumpul di Pendopo Gubernur NTB.
Rencana berkumpul semua anggota Kominda NTB tersebut dikemukakan oleh juru bicara Pemerintah Provinsi NTB Lalu Moh.Faozal, Selasa 28 Pebruari 2012 siang. ‘’Ini tindak lanjut dari pertemuan di Bima,’’ kata Faozal. Waktu itu, semua Walikota dan Bupati 10 kota dan kabupaten se NTB berkumpul di Bima setelah terjadinya pembakaran kantor Bupati Bima 24 Januari 2012 dan pemblokiran Pelabuhan Penyeberangan Sape Bima yang berakhir rusuh, 24 Desember 2011.
Selama ini Kominda NTB dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB secara ex officio dibantu oleh Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (wakil ketua) dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Poliitik Dalam Negeri NTB(sekretaris). Namun sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perubahan Permendagri Nomor 11 Tahun 2006 tentang Kominda, ketuanya dijabat oleh Gubernur.
Struktur baru keanggotaan Kominda Provinsi NTB diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 115 Tahun 2012 tanggal 9 Pebruari 2012 junto Permendagri Nomor 16 Tahun 2011 dipimpin langsung Gubernur dibantu oleh Wakil Gubernur sebagai wakil ketua dan Kepala BIN Daerah sebagai pelaksana harian, serta Kepala Badan Kesbangpoldagri sebagai sekretaris.
Anggota pengurus lainnya adalah Asisten Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah NTB, Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Keamanan, Direktur Intelijen dan Keamanan Polda NTB, Kepala Seksi Intel Korem 162/Wira Bhakti, Badan Intelijen Strategis (BAIS), Perbankan, Asisten Intel Kejaksaan Tinggi NTB.(*)

