Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 10 February 2012 • TRANSPORTASI

MATARAM – Lebih 100 pengemudi taksi Koperasi Taksi Mataram (Kotama) dan Koperasi Lombok Baru yang selama ini melayani transportasi di Bandara Internasional Lombok melakukan aksi mogok sejak Kamis 9 Pebruari siang kemarin. Hingga Jum’at 10 Pebruari 2012 pagi ini mereka masih berada di jalanan depan Kantor Gubernur – pendopo Gubernuran Nusa Tenggara Barat.

Ini adalah aksi kali kedua yang mereka lakukan sejak 27 Januari 2012 lalu. Tuntutan mereka adalah dihapuskannya layanan bus DAMRI yang dibuka sejak beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, 1 Oktober 2011. Ada delapan unit bus DAMRI yang melayani rute BIL – Mataram dan Senggigi dengan tarif murah Rp15 ribu-Rp20 ribu.

Sebelumnya, hanya Taksi Kotama yang melayani penumpang dari Bandara Selaparang di Mataram. Setelah di BIL, jumlah taksi KOTAMA sebanyak 85 unit dan taksi Lombok Baru sebanyak 30 unit. Untuk ongkosnya ke Mataram Rp90 ribu.

Menurut para supir, jumlah penumpang dari BIL masih sangat sedikit. Akibatnya, para pengemudi taksi koperasi ini hanya mampu mendapatkan penumpang sekali sehari. Kalau ngantri sejak subuh bisa mendapatkan giliran jam 11 siang. Setelah itu tidak mungkin dapat giliran penumpang lagi. Jika datang pukul 7 pagi, maka kesempatan dapat penumpang pada malam hari.

Pengemudi Kotama Azhar, 35 tahun, yang mulai membawa taksi sejak 11 tahun yang lalu, biaya operasional yang dibutuhkan Rp70 ribu. Keperluan premium Mataram – BIL pergi pulang menghabiskan Rp50 ribu. Padahal angsuran kredit mobil Chevrolet 2009 seharga Rp147 juta yang harus dibayar sebulan Rp2,5 juta selama enam tahun. Ada pengemudi lain yang harus mengangsur hingga Rp3,7 juta sebulan. ‘’Sudah sulit mendapatkan uang,’’ kata Azhar, Jum’at 10 Pebruari 2012 pagi di ujung timur deretan taksi di Jalan Pejanggik Mataram.

Ia bersama Abdurrahman berniat akan menginap hingga seminggu sampai tuntutannya dipenuhi. Imron yang berasal dari koperasi taksi Lombok Baru harus mengangsur Rp3,7 juta selama empat tahun dari mobil Chevrolet warna silver bernomor kode 147.

Menurut mereka, BIL tidak bisa disamakan dengan bandara lain Soekarno-Hatta di Cengkareng atau Juanda Surabaya. ‘’Jangan disamakan dengan kota besar. Belum waktunya ada DAMRI,’’ ucap Adi yang berharap layanan bus DAMRI dihapuskan dulu sampai kondisi penerbangan di BIL sudah ramai. Buktinya, ketika awak DAMRI melakukan aksi mogok internal Rabu 8 Pebruari 2012 lalu, taksi-taksi koperasi ini bisa mengangkut dua kali sehari. Setidaknya bisa tiga kali mengangkut penumpang maka kewajiban angsuran dan biaya hidup bisa dicukupi.

Para pengemudi taksi koperasi ini juga mengeluhkan adanya mobil ‘’travel’’ yang diperkirakan ada 75 unit yang ikut beroperasi di BIL. Para calon mereka sering melakukan provokasi sehingga memaksa calon penumpang taksi koperasi berpindah ke mobil ‘’travel’’nya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ridwan Syah memberikan konfirmasi, Jum’at 10 Pebruari 2012 pagi ini. Pemerintah Provinsi NTB memperhatikan keluhan tersebut. Rencananya, mereka diarahkan untuk berbicara di DPRD NTB. Agar keinginan mereka ditampung dan dicarikan solusinya. ‘’Kita akan coba rundingkan,’’ katanya. Menurutnya, ketersediaan bus DAMRI untuk menjamin kepastian layanan yang nyaman, aman, terjangkau masyarakat. ‘’Kehadiran DAMRI sebagai alternatif jelas dibutuhkan,’’ ucapnya. Karena, tidak semua mampu membayar taksi.(*)

3 Comments »
  • tidak masuk akal sehat???

    Comment by surana — February 11, 2012 @ 6:29 am

  • Keberatan yang tidak masuk akal….UNTUNG DI KAMU, RUGI DI KITA ….

    Comment by Insyaf Sadar — February 13, 2012 @ 7:58 pm

  • Angkutan Damri mesti di perbanyak..sopir Taksi beralih jd sopir bus Damri . Ga perlu mikirin angsuran utang…

    Comment by SasaQ — February 14, 2012 @ 1:29 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » Bandara Internasional Lombok Rawan Pencurian
    07/16/2014 11:43 am | 1 Comment
    » Pungutan Tunjangan Sertifikasi Guru Di Lombok Timur Dan Mataram
    07/15/2014 05:30 am | 3 Comments
    » PEMKAB LOMBOK BARAT IZINKAN TAMBANG EMAS DI SEKOTONG
    06/29/2014 11:36 am | 34 Comments
    » Mengenal CC Forwani Di Desa Dangiang
    06/23/2014 01:21 pm | 1 Comment
    » NYALAMAK DILAU DI LAUT TANJUNG LUAR
    06/20/2014 03:53 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com