MATARAM - 5000 umat Budha dan Kong Hu Cu di Mataram akan merayakan Tahun Baru Imlek Senin 23 Januari 2012 mendatahng. Perayaan bersama dilakukan dengan pemberian angpao kepada para orang tua usia lebih dari 70 tahun sebanyak sekitar 385 orang dari 3 suku terbesar diantara banyak suku Tionghoa yang ada di Mataram dan sekitarnya.
Ketua Perkumpulan Sosial Bhakti Mulia S.Widjanarko mengatakan ada tiga kelenteng tempat persembahyangan umat di sekeliling kota Mataram. Tertua adalah kelenteng Po Hwas Kong atau Bodhi Dharma yang dibangun sebelum tahun 1800 tetapi pemugarannya yang tercatat tahun 1908. Letaknya di sekitar bekas Pelabuhan Ampenan. Kemudian setelah berkembang versi lain, dilakukan di Vihara Kwan Im di Sweta-Selag Alas, Vihara Kong Tek di Sweta dan Vihara Ji Lai Hut di Jalan Rajawali Cakranegara.
Sesuai tradisi, umat yang merayakan Imlek 2563/2012 atau 551 tahun sebelum Masehi, dikatakan akan merayakan bersama keluarga di rumah masing-masing. ‘Untuk melakukan pemujaan kepada Thien (Tuhan) dan arwah leluhur,” kata Widjanarko yang kelahiran Banyuwangi, keturunan dari suku Guang Dong. di Mataram ada sekitar 10.000 jiwa warga Tionghoa yang sebagian memeluk agama lain seperti Katholik dan Kristen Protestan.
Sebagaimana tradisinya, setiap keluarga merayakan internal yaitu menyajikan berbagai macam bentuk tanaman, buah dan kue. Seperti tebu sebagai lambang keharmonisan, apel (aman), jeruk (kehendak bisa tercapai), kacang tanah (banyak anak- satu biji kacang bisa berisi lebih dari satu biji), kue mangkok yang mekar (perkembangan), kue ku yang berwarna merah seperti kura-kura terbuat dari ketan (perekat keluarga dan hidup panjang umur) ditambah adanya bunga hidup (harmonis dan harum). Ada pula beras yang dibagikan dalam bungkusan yang kemudian dibawa pulang dicampur dengan yang ada di rumah (berkah).
Acara persembahyangan bersama di kelenteng Bodhi Dharma akan dilakukan malam hari menjelang tengah malam. Juga ada bayar niat (ujar-ujar). Kalau berhasil pada tahun berikutnya akan memberikan sumbangan. Setiap umat diberikan kertas Hu berwarna kuning tulisan hitam yang dipercaya sebagai penolak bala dan membawa rezeki. Adapun pemberian angpao dilakukan kepada para orang tua yang seterusnya memberikan juga kepada cucu-cucunya. ”Maksudnya adalah semangat melayani dan sebagai tabungan yang menerimanya. Sesuai kemampuan dan keikhlasan,” ujarnya. Pemberian kepada orang tua sebagai bakti dan memberikan spirit kepada anak cucunya,” ucapnya.
Ada sebanyak 90 orang dari keturunan suku Hakka, 200 orang dari suku Hok Kian dan 95 orang dari suku Guang Dong yang berusia diatas 70 tahun akan mendapatkan angpao. di Mataram ada banyak suku keturunan Tionghoa namun yang terbesar adalah Hakka, Hok Kian dan Guang Dong.
Imlek bersama akan dilakukan bersama undangan pejabat pemerintah dan para tokoh agama lain pada hari Minggu 29 Januari 2012.
Perayaan Imlek di Mataram akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh yang berlangsung 6 Pebruari 2012. ”Kegiatannya akan dipusatkan di Ampenan,” kata Widjanarko.
Sebelumnya, Perkumpulan Sosial Bhakti Mulia telah menyelenggarakan pengobatan gratis dan sumbangan di pemukiman nelayan seperti di Lingkungan Bintaro Jaya, Pondok Perasi, Telaga Mas, Kampung Bugis, Denda Saleh dan Melayu Bangsal. Masing-masing lingkungan mendapat 300 kilogram beras dan 20 dos mie instan untuk 100 orang.(*)

