MATARAM – Sampai bulan September 2011 lalu, jumlah penduduk miskin di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan. Dari semula pada bulan Maret 2011 sebanyak 894.770 (19,73 persen) menjadi 896.190 orang ( 19,67 persen). Penurunannya sekitar 0,06 poin. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan persentasenya lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Kalau daerah perkotaan berjumlah 445.230 jiwa (23.42 persen) sedangkan di daerah pedesaan berjumlah 450.957 (16.99 persen).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Soegarenda menjelaskan bahwa garis kemiskinan pada bulan September 2011 sebesar Rp233.033 atau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Maret 2011 yakni Rp215.576. ‘’Garis kemiskinan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan di daerah pedesaan,’’ katanya, di kantornya, Senin 2 Januari 2012. Yakni mencapai Rp265.135 untuk daerah perkotaan dan Rp210.046 untuk daerah pedesaan.
Indeks kedalaman kemiskinan, Soegarenda menjelaskan bahwa pada bulan September 2011 mencapai 3,34 atau mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Maret 2011 sebesar 3,54. Demikian juga untuk indeks keparahan kemiskinan pada Bulan September 2011 sebesar 0,885 atau menurun dibanding Maret tahun 2011, yaitu 094.
Selama lima tahun terakhir, berdasarkan pemantauan BPS NTB, jumlah penduduk miskin dan persentase dari jumlah seluruh penduduk NTB cenderung menurun. Pada tahun 2007 : 1.118.452 (24,99), 2008 : 1.080.613 (23,81), 2009 : 1.050.948 (22,78), 2010 : 1.009.352 (21,55).(*)

