MATARAM – Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Ajun Komisaris Besar Sukarman Husein mengatakan bahwa semalam Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo telah melakukan pertemuan dengan pejabat dan tokoh masyarakat asal Kabupaten Bima dan Kota Bima di hotel Mutmainah di kota Bima.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Sukarman, 200an orang warga Kecamatan Lambu yang menjadi korban amuk warga pro penolakan tambang. Mereka yang selalu diintimidasi meminta perlindungan. ‘’Karena tidak menuruti kemauan penolak tambang rumahnya dibakar,’’ kata Sukarman, Selasa 27 Desember 2011 siang tadi. Ia menyebutkan bahwa telah terjadi keberingasan para penolak tambang sehingga mengakibatkan tidak berani pulang ke rumahnya.
Akibat perusakan yang dilakukan oleh warga yang tergabung Front Rakyat Anti Tambang, kini tidak ada kegiatan pemerintahan dan pendidikan di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Dikatakan oleh Sukarman, sebagai akibat ulah provokator. Dan para korban yang mempertanyakan keberpihakan media yang tidak pernah memberitakan teror yang dialaminya. ‘’Teror seperti PKI tidak pernah diberitakan,’’ ujarnya mengutip pernyataan warga dalam pertemuan dengan Timur Pradopo.
Setelah kunjungan Timur Pradopo, menurut Sukarman, Irwasum, Kabaharkam dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Sutarman masih berada di Bima untuk melakukan evaluasi dan investigasi. Mengenai penyebab korban tewas, belum diperoleh hasil otopsi yang dilakukan tim laboratorium forensik yang terdiri dari dokter independen dari Universitas Mataram. ‘’Propam Polda dan Mabes Polri sedang bekerja,’’ kata Sukarman.(*)

