MATARAM – Selama bulan Nopember 2011, terjadi inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima sebesar 1,24 persen. Dari 66 kota yang menghitung IHK, tercatat 50 kota mengalami inflasi sedangkan 16 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Mataram saja sebesar 1,25 persen dan terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 1,19 persen dan terkecil terjadi di kota Samarinda sebesar 0,03 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat Soegarenda dalam paparan Berita Resmi Statistik, Kamis (1/12-2011) sore, inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima bulan November 2011 sebesar 1,24 persen, terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,67 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,34 persen; kelompok sandang sebesar 1,19 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen. ‘’Sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,02 persen,’’ katanya.
Laju inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (November 2011–Desember 2010) sebesar 4,87 persen, dan laju inflasi “tahun ke tahun” (November 2011 - November 2010) sebesar 6,50 persen.
Jika dirinci menurut kota-kota IHK di NTB, pada bulan November 2011 kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi di Kota Mataram adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,81 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,55 persen; kelompok sandang sebesar 0,06 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok yang menyumbang deflasi untuk bulan ini adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,19 persen. Sisanya kelompok pendidikan, rekreasi & olah raga tidak memberikan sumbangan pada inflasi yang terjadi di Kota Mataram pada bulan ini
Di Kota Bima, kelompok yang memberikan andil inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,78 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dn tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen; kelompok sandang sebesar 0,09 persen; kelompok transport, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,06 persen dan terakhir kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak memberikan sumbangan pada inflasi yang terjadi di Kota Bima pada bulan ini.(*)

