Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Thursday, 1 December 2011 • OLAHRAGA

MATARAM – Setelah terwujud menjadi penyelenggara Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI XI-2011 di Mataram, 1-3 Desember 2011, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi meminta daerahnya memperoleh kepercayaan sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional ke-20 Tahun 2020.

Permintaan tersebut diajukan sewaktu berbicara pada pembukaan Musornas KONI di Mataram, Kamis (1/12-2011) siang. Awalnya, Zainul Majdi menyebutkan atlitnya telah ikut berperan menyumbang tiga medali emas atletik dan kempo, tiga medali perak voli pasir dan silat, satu perunggu atletik pada SEA GAMES ke 26 yang lalu.

Sehingga, menurut Zainul Majdi, ikut memberikan marwah kebanggaan sehingga nasionalisme semakin kuat. Katanya, atlit berprestasi tidak hanya dari Jawa tetapi juga dari luar Jawa. ‘’Harapan kami, NTB bisa dipercaya menjadi tuan rumah PON 2020 mendatang,’’ katanya.

PON ke-18 Tahun 2012 akan diselenggarakan di Provinsi Riau, kemudian telah ditetapkan PON ke19 Tahun 2016 di Jawa Barat. Untuk peluang berikutnya di luar Jawa tersebut, Zainul Majdi meminta NTB dipercaya sebagai tuan rumah.

Menko Kesra Agung Laksono dalam sambutannya pada pembukaan Musornas tersebut menyatakan mendukung keinginan menjadi tuan rumah PON ke-20 Tahun 2020. ‘’Usulan saran dari NTB agar dapat dicatat dan dipertimbangkan,’’ ujarnya.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Malarangeng pun membenarkan diserahkannya kepercayaan penyelenggaraan PON ke daerah. ‘’Sehingga sarana dan infrastruktur olahraga menyebar ke daerah,’’ ucapnya. Ia menyebut Makassar yang hanya memiliki Stadion Matoangin ketika diselenggarakan PON ke-4 Tahun 1957. ‘’Mari kita mulai diskusikan. Sebab atlit kan memang dari daerah,’’ katanya.

Andi pun mengajak daerah agar tidak kalah dengan Sumatera Selatan yang berhasil memiliki kompleks Stadion Sriwijaya di Jaka Baring yang satu-satunya daerah yang memiliki kolam renang beratap sehingga tertutup. Di Jakarta saja tidak memilikinya. Juga mengajak daerah memiliki sekolah olahraga bertaraf internasional tidak hanya Sekolah Olahraga Ragunan di Jakarta. ‘’Supaya atlit kita tidak hanya setelah ke luar negeri tahu fasilitas internasional,’’ ucap Andi.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com