BBC - Pemerintah Indonesia memasukan nama tokoh Papua, Benny Wenda yang kini sudah menjadi warga negara Inggris ke dalam daftar pencarian Interpol.
Wenda dituduh telah melakukan sejumlah kejahatan seperti pembunuhan dan penembakan.
“Wenda dan sejumlah rekannya terlibat dalam penyerangan kantor polisi di Abepura pada 7 Desember 2000 lalu dan mengakibatkan tewasnya sejumlah orang serta rusaknya sejumlah harta benda yang ada di sana,” kata Billy Wibisono dari Kedutaan Besar Indonesia di London, Inggris.
“Senjata api dan amunisi juga telah dicuri dari kantor polisi saat itu.”
Menurut Wibisono, pemerintah Indonesia akan mencabut nama Wenda dari daftar pencarian orang yang dilansir oleh Interpol jika dia bisa membuktikan tidak bersalah lewat persidangan di Indonesia.
Dari situs NCB Interpol Indonesia termuat nama Benny Wenda masuk ke dalam daftar pencarian sejak Desember tahun lalu dengan tuduhan melakukan pembunuhan.
Namun Benny Wenda membantah tuduhan tersebut dan mengatakan tuduhan itu dibuat-buat dan bermuatan politis.
Pengacara Wenda Charles Foster mengatakan langkah ini sengaja disusun oleh pemerintah Indonesia untuk menghentikan kampanye Wenda dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua.
Benny Wenda sendiri menerima suaka dari pemerintah Inggris pada tahun 2002 lalu setelah pemerintah mendapat laporan bahwa Wenda telah mengalami penyiksaan selama dalam proses penahanan di Indonesia.
Kini Wenda juga sudah mendapat status kewarganegaraan dari pemerintah Inggris dan menetap di Oxford.
Tokoh berpengaruh
Sejumlah orang mengatakan Benny Wenda merupakan salah satu tokoh prokemerdekaan yang mempunya pengaruh di Papua. Pendukungnya kebanyakan berasal dari kalangan muda.
“Menurut saya dia adalah salah satu yang penting di antara faksi-faksi yang ada,” kata pemerhati soal Papua dari LIPI, Muridan Widjojo.
“Pendukungnya banyak anak muda di Papua dan mereka militan. Kalau kelompok mereka berdemo bisa mengumpulkan hingga seribu orang, sesuatu yang tidak mudah dilakukan di Papua.”
Namun utusan pemerintah untuk Papua Farid Husain mengatakan sejauh ini belum mendengar nama Benny Wenda diusulkan oleh sejumlah kelompok yang dia temui di Papua untuk maju sebagai mitra berdialog.
“Dengan Benny Wenda saya belum pernah bicara dan orang-orang rekomendasikan Benny Wenda belum saya dengar,” kata Farid Hussein.
“Sampai saat ini saya belum tahu siapa tokoh yang berpengaruh atau tidak berpengaruh. Kami masih belum tahu siapa yang bisa kami ajak bicara karena terlalu banyak pemimpin di sana.”
Pemerintah Indonesia sebelumnya menyampaikan niat baiknya untuk membuka ruang dialog bagi penyelesaian Papua.
Dialog akan dilakukan dengan sejumlah tokoh termasuk dengan kelompok prokemerdekaan baik yang berada di dalam maupun di luar negeri.
Tokoh pergerakan Papua, Benny Wenda, mengatakan kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar, bahwa dia tidak terlalu memperdulikan surat penangkapan Interpol yang ditujukan kepadanya.
Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) yang diketuai oleh Bambang Dharmono dan diharapkan bisa mempercepat penyelesaian masalah Papua.(*)

