Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 9 November 2011 • NASIONAL

JAKARTA – Bank Indonesia sudah lakukan uji coba kurikulum pendidikan kebanksentralan di sekolah di Sukabumi Jawa Barat. Materinya, mengenai moneter, mengajak menabung ke bank dan pengenalan uang asli. Nantinya diselenggarakan ujian tengah semester dan ujian akhir semester oleh para siswa Sekolah Dasar, SMP dan SMA/SMK.

Rencananya, tahun pelajaran 2012, kurikulum pendidikan ini mulai diterapkan di lima provinsi besar Jawa Timur, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung. ‘’Pemilihan Sukabumi sebagai kota sedang. Nantinya diuji coba lagi di daerah besar,’’ kata Kepala Biro Kebijakan Peredaran Uang Bank Indonesia (BI) Eko Yulianto kepada peserta Orientasi Wartawan Ekonomi dan Bisnis Nusa Tenggara Barat di kantornya, Rabu (9/11-2011) siang.

Eko mengungkap masalah kurikulum kebanksentralan tersebut sewaktu mengungkap adanya peredaran uang palsu di Indonesia. Meskipun temuannya kecil, yaitu tujuh lembar per satu juta lembar, warga Indonesia harus dididik mengenal keaslian uang sejak anak-anak. ‘’Sebagai upaya preventif. Tidak boleh terlena. Agar masyarakat lebih memahami,’’ ujarnya bersama Pemimpin Bank Indonesia Mataram Moh.Junaifin.

Untuk kepentingan penerapan kurikulum tersebut, secara bertahap karena tidak bisa dilakukan pembekalan sekaligus. Untuk pengenalan uang asli, anak-anak sekolah diberikan pembekalan mengenai bahan dan teknik cetak.

Membandingkan peredaran uang palsu di negara lain, menurutnya di Amerika Serikat ditemukan 199 lembar per satu juta lembar, di Inggris sebanyak 299 lembar dari satu juta lembar dan secara kewilayahan di Eropah 55 lembar per satu juta lembar.

Kasir Muda Senior Susilo Wiyono Hadi yang menangani pengelolaan uang masuk di Bank Indonesia, rata-rata sebulan ada 500 lembar uang palsu yang ditemukan menggunakan mesin sortasi uang kertas. Padahal uag tersebut disetorkan oleh perbankan. ‘’Selama empat bulan terakhir ini ada peningkatan,’’ ucapnya di ruang bawah tanah BI.

Sehari walaupun tidak setiap hari, bisa ditemukan sekitar 30 lembar. Kecenderungan meningkat tersebut dari lembaran pecahan Rp50 ribu. Diakui oleh Susilo, kwalitas uang palsu.

Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta juga melakukan pemusnahan uang lusuh akibat penggunaan yang tidak semestinya, misalnya sengaja dibasahi oleh pedagang ikan agar tidak mudah diterbangkan angin atau uang yang disteples. Sehari, lima mesin sortir yang ada di tempat kerjanya mampu mengolah dua kontainer uang lusuh. Satu kontainer sebanyak 300 brood (gepok) yang setiap broodnya berisi 1.000 lembar uang.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com