Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 1 November 2011 • DAERAH

MATARAM – Walaupun daya beli rendah, petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu bertahan. Ini karena adanya keluarganya yang bekerja sebagai TKI juga karena pekerjaan sampingan lainnya. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis kemampuan beli petani NTB hanya 96,40 persen atau lebih rendah dibanding nilai jual produksinya.

Untungnya, remitansi TKI yang dikirim untuk keluarganya di kampung se NTB mencapai Rp367,847 miliar selama Januari-September 2011. Utamanya di Lombok, yang remitansinya mencapai 54,25 persen atau Rp203,249 miliar untuk keluarga petani.

Kepala BPS NTB Soegarenda menjelaskan bahwa adanya pekerjaan sampingan tersebut membuat petani NTB masih bisa hidup bertahan dari goncangan. ‘’Meskipun tidak konsentrasi, kalau tidak ada nafkah sampingan ini, habislah,’’ kata Soegarenda.

Hasil survei yang dilakukan BPS NTB, dari petani tanaman pangan, separuhnya memiliki pekerjaan sampingan. Selebihnya nafkah mereka diperoleh dari upah buruh karyawan 33,3 persen, perdagangan 20 persen, petani hortikultura 20 persen, perkebunan 13,33 persen, industri 6,67 persen, jasa-jasa 6,67 persen.

Petani hortikultura hanya 16,13 persen yang menekuni pekerjaan taninya. Selebihnya atau 83,87 persen bekerja sampingan. Di bidang perkebunan rakyat hanya 66,67 persen yang menekuninya. 33,33 persen bekerja lain. Sedangkan peternak murni hanya 21,05 persen. Dan petani perikanan 50 persen.

Daya beli petani padi dan palawija di NTB hanya 92.40 persen, daya beli petani hortikultura 94,05 persen, daya beli petani tanaman perkebunan rakyat 94,06 persen, nelayan 96,15 persen. Sedangkan petani peternakan cukup tinggi, 113,77 persen atau lebih dari pendapatannya.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com