MATARAM – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Oktober 2011, Kota Mataram dan Kota Bima mengalami deflasi gabungan sebesar 0,59 persen. Dengan angka deflasi tersebut, maka laju inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (Oktober 2011-Desember 2010) mencapai 3,59 persen dan laju inflasi ’tahun ke tahun’ (Oktober 2011– Oktober 2010) mencapai 5,51 persen.
Deflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima bulan Oktober 2011 sebesar 0,59 persen, terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,60 persen; kelompok sandang sebesar 1,14 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,98 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 0,31 persen. Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,45 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen dan terakhir kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak memberikan sumbangan terhadap deflasi yang terjadi pada bulan ini.
Pada bulan Oktober 2011 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,40 persen; kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,08 persen dan kelompok sandang sebesar 0,09 persen. Sedangkan kelompok yang menyumbang inflasi pada bulan ini adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak memberikan sumbangan pada deflasi yang terjadi pada bulan ini.
Kepala BPS Nusa Tenggara Barat Soegarenda menjelaskan deflasi tersebut, Selasa (1/11-2011) siang di kantornya. ‘’Alhamdulillah, diprediksikan sampai akhir tahun inflasi tidak akan melebihi dua digit,’’ ujarnya. Ia juga semula mengkawatirkan meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan pengeringan daun tembakau. Tetapi ternyata malah menjadi faktor deflasi di kota Mataram.
Jika dirinci pada bulan Oktober 2011 kelompok komoditas yang memberikan andil deflasi di Kota Mataram adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,52 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen dan kelompok sandang sebesar 0,05 persen. Sedangkan kelompok yang menyumbang inflasi untuk bulan ini adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak memberikan sumbangan pada deflasi yang terjadi di Kota Mataram pada bulan ini.
Di Kota Bima yang mengalami inflasi tertinggi di Indonesia 0,97 persen, kelompok yang memberikan andil inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen dan kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok yang menyumbang deflasi pada bulan ini adalah kelompok sandang sebesar 0,14 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. Sedangkan kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak memberikan sumbangan pada inflasi yang terjadi di Kota Bima pada bulan ini.(*)

