MATARAM – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan tidak semua provinsi memiliki kekayaan dan keindahan alam. Karena itu, masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta agar tidak menyia-nyiakan untuk menjaga anugerah Allah. Disamping sebagai lumbung padi nasional, sektor pariwisata NTB semakin penting. Sebab kecenderungan pariwisata tumbuh pesat.
Pesan Presiden SBY tersebut disampaikan sewaktu melakukan peresmian ground breaking Mandalika Resort di pantai Aan Lombok Tengah, Jum’at (21/10-2011) pagi. Kata SBY, pendapatan orang perorang meningkat, tumbuh pesat. Mereka menyenangi bepergian wisata. ‘’Kita akan merugi jika tidak dikembangkan. Mari kita tangkap kecenderungan tren dunia,’’ katanya.
Disebutnya, Indonesia tidak kalah dengan negara lain hanya belum dikembangkan. Apalagi jika dulu penerimaan negara dari sektor pertanian sekarang telah beralih ke sektor pariwisata. Diperkirakan 10-15 tahun lagi pariwisata akan menjadi andalan dan unggulan.
Untuk itu, ia mengingatkan agar dapat membuktikan minimal sama dengan negara lain ditambah kekhasan. Sebab, minat untuk datang berwisata adalah tergantung mereka yang memiliki uang. ‘’Presiden tidak bisa memaksa agar datang ke sini,’’ ucapnya.
SBY menilai Tanjung Aan tidak kalah indahnya sehingga tidak sedikit yang terpesona dan terkesima. Karena itu, SBY yang sudah menginap selama dua malam di kawasan Mandalika, mengajak untuk menata dan mendisain dengan baik. Mengenai pembiayaannya yang memerlukan US $ 3 miliar atau sekitar Rp27 triliun, adalah perlu mengundang dunia usaha. Katanya, jumlah tersebut besar sekali. ”Kita tidak bisa tidur membayangkannya,” ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan agar BTDC tidak tersandera oleh pemegang izin terdahulu tetapi tidak membangun. setelah menandatangani MOU lalu mengucap goodby.(*)i

