MATARAM – Rumah sakit untuk pasien rujukan dari pulau Sumbawa yang dibangun di kota Sumbawa Besar, kesulitan mendapatkan dokter spesialis. Walaupun akan diresmikan dua bulan lagi, 17 Desember 2011, saat ini baru ada empat orang dokter umum. Karenanya, pasien rujukan asal Sumbawa masih akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB) di Mataram.
Kepala Dinas Kesehatan NTB dr.Moch Ismail bersama Direktur RSUP NTB dr.Mawardi Hamry menjelaskan kesulitan yang dihadapi ruma sakit rujukan di Sumbawa Besar tersebut kepada wartawan, Rabu (19/10-2011) siang. ‘’Masih ada kekurangan tenaga dan peralatannya,’’ katanya.
Ismail menyebutkan kebutuhan empat orang dokter spesialis dasar yaitu seorang dokter spesialis rehabilitasi medik, spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit anak, spesialis bedah dan dokter spesialis penunjnang seperti ahli anestesi, patologi klinik.
Meskipun sudah selesai dibangun, rumah sakit tersebut belum membuka layanan. Rencananya, diresmikan sesuai standar minimal bertepatan dengan ulang tahun NTB ke-65, 17 Desember 2011. ‘’Karena keterbatasan itu, pasien masih akan dirujuk ke RSUP NTB di Mataram,’’ ujar Mawardi. Katanya, belum ada tanda-tanda dokter spesialis melamar bekerja di Sumbawa Besar.
Rumah sakit rujukan yang selesai dibangun menggunakan dana sebesar Rp80 miliar itu, berasal dari dana APBN 2009 yang dikeluarkan pemerintah pusat Rp45 miliar, Pemerintah Provinsi NTB Rp25 miliar, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Rp5 miliar dan sumbangan PT Newmont Nusa Tenggara Rp5 miliar. Keseluruhan membutuhkan dana Rp185 miliar.(*)

