MATARAM – 31 Agustus 2011 lalu, di Manila Filipina, Ketua Yayasan Perguruan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan yang membawahi Nurul Haramain (Ponpes NH) Putri Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Juaini, 47 tahun, memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay.

Ini adalah bentuk keberhasilannya yang diberikan oleh Alternative Indigenous Development Foundation (AIDFI) , Inc.dalam mengelola pendidikan Ponpes NH Putri yang didirikan sejak 1996 dan pelestarian lingkungan yang dilakukannya sejak lima tahun yang lalu. Sebelumnya, ia sudah berhasil menghimpun 130 ponpes di daerahnya dalam koalisasi anti korupsi.

Tahun 2011 ini, selain Hasanain Juaini yang memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay adalah Harish Hande (India), Koul Panha (Cambodia), Nileema Mishra (India), Tri Mumpuni (Indonesia). AIDFI memilih Hasanain Juaini dengan Ponpes NH Putri karena pengakuannya terhadap sikap dasar Hasanain Juaini yang membentuk komunitas berbasis pendekatan pendidikan pesantren, kreatif mempromosikan nilai-nilai kesetaraan gender, kerukunan beragama, pelestarian lingkungan, prestasi individu, dan keterlibatan masyarakat di kalangan muda Indonesia dan masyarakat.

Ponpes Nurul Haramain didirikan oleh orang tuanya, almarhum Juaini Muchtar, pada tahun 1952. Namun waktu itu masih tradisional. Kemudian sebagai lembaga pendidikan modern secara bergantian didirikan Ponpes NH Putra (1992) dan Ponpes NH Putri (1996).

Saat ini, jumlah semua santriwati Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 554 orang. Santriwati Madrasah Tsanawiyah 318 orang yang terdiri dari kelas satu sebanyak empat kelas, kelas dua (3), kelas tiga (3). Selebihnya adalah 2336 orang santriwati MA kelas satu (3) , kelas dua (3) dan kelas tiga (2). Di MA ada jurusan IPA dan Bahasa. Di lingkungan kompleksnya, ia menyiapkan 18 spot akses internet untuk keperluan belajar di ruang kelas dan juga santri yang memiliki laptop.

Sebenarnya, latar belakang pendidikan Hasanain adalah Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) tahun 2006, LIPIA Jakarta (1995), SLTA, KMI Gontor, Jawa Timur (1984), MTs. NW Narmada, Lombok Barat, NTB (1978), Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Wathan Tanak Paruh, Narmada, Lombok Barat, NTB (1975). Namun, sebagai pengelola lembaga pendidikan, Hasanain Juaini memiliki terobosan di bidang pendidikan yang bisa disebut sebagai perintis di NTB.

Mengenai profil Hasanain, seorang pengajar Biologi di sana, Yusuf, menjelaskan bahwa idenya keras, terkadang tidak secara langsung bisa dipahami. ‘’Saya beda pentium dengan beliau,’’ kata Yusuf menilai ketrampilan inovasi Hasanain untuk kemajuan ponpes yang dipimpinnya.

Bendahara pondok, Mariani, 25 tahun mengatakan kesannya terhadap Hasanain adalah sebagai pekerja keras. ‘’Tetapi orangnya supel ramah untuk semua orang, bersahabat,’’ kata Mariani yang juga alumni MTs dan MA di sana. Selebihnya, Mariani yang berasal dari Dusun Kelana Sintung Pringgarata Lombok Tengah sejak 1998 menyelesaikan studinya jurusan Bahasa Indonesia di STKIP Hamzanwadi Pancor Lombok Timur. Disebutnya kemudian oleh Mariani, program penghijauan Lembah Madani (Lembah Suren) yang luasnya 36 hektar. “Dulu orang ragu. Ternyata dengan kerja keras bisa sukses menghijaukan tanah tandus,’’ ujar Mariani.

Ia juga memberangkatkan para santriwatinya lebih dulu belajar bahasa Inggris selama 3-4 bulan di Pare Kediri Jawa Timur. Hasanain mengaku sebagai program potong kompas yang dikutipnya dari istilah Accelerated Learning. Menurutnya, bagamainana memperlakukan anak didik sesuai kapasitas potensi anak. Bukan anak yang dipaksakan sesuai program guru. ‘’Tapi program lah yang mengapresiasi,’’ ucapnya.

Di sana pula, Hasanain membuka kesempatan para santri dan santriwati untuk menjalani ujian kapan pun sewaktu merasa siap. Jadi, misalnya enam bulan lagi semester santrinya minta ujian terlebih dahulu dan lulus berarti setelah itu tidak perlu masuk kelas. Pertanyaannya lalu untuk apa kekosongan waktu mereka? ‘’Itulah kami berpikir mengirim ke luar daerah,’’ katanya.

Dan pertama kali saat itu, ditentang oleh pejabat pemerintah dan para kepala sekolah atau pemimpin pondok yang lainnya. Alasannya yang menentang, kenapa sampai empat bulan meninggalkan sekolah. ‘’Ternyata begitu mereka pulang dari luar daerah, banyak yang mereka dapatkan,’’ ujarnya. Di sana mereka juga adaptasi dengan santri lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam banyak hal membawa efek yang baik. Sekarang 4-5 tahun terakhir ini hampir semua sekolah mengikutinya. Misi dasarnya, karena di pondoknya tidak banyak anak Indonesia di sini maka anak-anak di sini perlu keluar.

Soal pembiayaan bukan karena orang tua santri semuanya mampu. Ia mengatakan sebagai mazhab yang berbeda terhadap pembiayaan pendidikan. Ia mengingatkan agar tidak diperseterukan antara pendidikan dengan biaya. ‘’Itu berbahaya, berarti mematerikan. Padahal Islam menuntut belajar itu ibadah,’’ ucapnya.

Perihal kepeduliannya terhadap konservasi alam, ia menyebutkan sudah menghasilkan bibit tanaman mahoni 64 ribu batang, Gamelina alias Jati Putih 110 ribu batang, Albasia alias Sengon Laut 5 ribu batang, Lumpang alias Randu Alas 1.000 batang. ‘’Apa yang membuat saya gelisah? Sebetulnya ya sederhana,’’ katanya.

Ia mengutip Al Qur’an mengenai dua amanah penciptaan, yaitu memelihara melestarikan alam dan sekaligus di atas alam yang lestari itu sekaligus melakukan ibadah. ‘’Duanya saling ikat. Tidak bisa salah satu saja,’’ ucapnya. Kemudian ia menunjuk banyaknya orang yang berbuat maling padahal berada di pulau seribu masjid. Ini bisa terjadi karena kondisi sosialnya kekurangan. Tidak dirasakan kebebasan tidak dirasakan kesejahteraan atau keadilan. ‘’Ya pasti ngawur saja masyarakatnya,’’ ujar Hasanain di Ponpes Nurul Haramain Putri.(*)

32 COMMENTS

  1. assw.saya sangat haru mendengar tuan guru berkata di’kick andy’ jangan pernah remehkan cita citamu
    seandainya diizinkan saya bermimpi berkunjung ke pesantren ini.

    warm regard’s

    ayu
    Creative director 0816388145

  2. “Ya Allah… Aku bersyukur kepada Mu. Telah Kau beri aku sebuah tayangan yang baik. Tayangan TV yang baik tentang orang-orang baik akan mendatangkan kebaikan. Kebaikan satu akan melahirkan kebaikan-kebaikan yang lain. Hari ini, hari esok, setiap hari…”
    Bangun Mulya, Waru Balikpapan, 03 Maret 2012)

    Baru saja saya menyaksikan tayangan Metro TV Kick Andy. Saya termasuk orang yang jarang menangis. Tapi beberapa menit yang lalu, saya menangis. Profil Tuan Guru Haramain Juaini betul-betul menggedor-gedor bathin saya. Rasanya saya mau meloncat. Apa yang beliau ungkapkan, pendapat yang beliau sampaikan, premis yang beliau lontarkan, dan kerja nyata yang beliau lakukan… rasanya… saya belum menemukan kata yang tepat yang dapat mewakili apresiasi saya ini).
    Tak ada lagi alasan rasanya bagi orang-orang yang memiliki nurani dan akal sehat untuk tidak mengikuti jejaknya, walaupun dalam bentuknya yang berbeda-beda. Semangat pemberdayaan yang hadir dalam kesadaran beliau sangatlah luar biasa, tetapi lebih luar biasa lagi semangat itu hadir dan mewujud dalam bentuknya yang penuh sahaja.
    Betapa pentingnya upaya pendidikan bagi kaum perempuan agar lahir di Bumi Pertiwi ini perempuan-perempuan yang baik, yang kelak menjadi seorang ibu, guru pertama bagi seluruh anak manusia. Disini saya menangis. Sungguh luar biasa.
    Semangat kerja yang beliau lakukan, inovasi pendidikan yang beliau terapkan dengan penuh keberanian, spirit “man jadda wajada” yang beliau kembangkan, semangat “Bhinneka Tunggal Ika”, bagaimana menyikapi perbedaan-perbedaan yang merupakan sebuah fakta dalam kehidupan sehari-hari kita semua, telah beliau manifestasikan dalam bentuknya yang nyata, tidak berhenti pada tataran teori saja.
    Tuan Guru… Semoga siapapun yang terketuk kesadarannya, siapapun yang terinspirasi oleh kehadiranmu di KICK ANDY khususnya, menjadi amal jariah untukmu. Barokalllohu lakum wa usrotikum ajma’ien. Amien.

    Bila Tuan Guru sempat membaca comment saya ini, saya hanya mohon: “do’akan saya agar menjadi orang yang pandai bersyukur, menuntaskan perbuatan baik satu persatu setiap hari, memiliki kemampuan mendidik istri saya, anak-anak saya,saudara, tetangga dan sahabat-sahabat saya, dengan penuh nikmat, hikmat dan kegembiraan”. Trimakasih).

  3. Kesan saya tentang Hasanain Juaini, ketika beliau tampil di acara Kick Andy MetroTV tanggal 3 Maret 2012, bahwa Hasanain ini sungguh orang yang hebat dan saya sangat kagum kepadanya. Saya baru tahu sdr Hasanain ya di Metro itu. Beliau sungguh orang yang hebat…..itu kesan saya….

  4. Ustadz! saya sangat terharu dan bangga dengan pemikiran dan jalan hidup yang antum jalani hingga sampai ke titik ini, kata kata dan kisah yang sangat inspiratif! saya Nur Hidayat gontor dan pernah mengabdi di Pondok haramain tahun 1998 / 1999, saya bangga pernah mengabdi disana, semoga Allah menyempurnakan cita-cita mulia Antum! Amien!

  5. Alhamdulillah biarpun jauh di sebelah timur masih ada Kyai yg tawaddu’ insyaAlloh saya teladani …. Semoga selalu diberi kesehatan dan umur panjang, negri ini negri ini sangat butuh pribadi yang seperti ini.

  6. kenapa saya baru tahu ada orang sehebat dan seinspiratif pak jaini lewat kick andy metro tv, bagaimana inspirasi beliau tidak menarik TV-TV swasta di indonesia untuk mempublikasikan dan menginspirasi jutaan orang indonesia? bukankah ini lebih menarik daripada tayangan korupsi nazzarudin dan angelina sondakh?
    anyway terimakasih untuk ilmu dan inspirasi nya, statement dan aktualisasi pak jaini benar-benar mendorong saya untuk bisa berbuat baik untuk kehidupan saya. terimakasih

  7. Hati saya sangat tersentuh dan saya sangat terinspirasi dengan apa yang disampaikan oleh TGH Hasanain Juaini yang sangat santun dan penuh hormat. Saya baru mengenal beliau baru saat ini, tapi dari perjumpaan sesaat di acara Kick Andy, saya sudah mendapatkan nilai2 luhur yang ada dalam dirinya yang saya percaya sdh didapat dari keteladanan ayah, ibunya juga dari guru guru nya juga saya yakin dari Islam agamanya. Ditengah semua carut marut yang ada dibangsa ini, ternyata masih ada orang yang berbudi luhur, yang membuat sejuk hati orang yang melihatnya.
    TGH Hasanain Juaini mampu mengangkat harkat lingkungannya, saya berdoa agar llebih banyak lagi lahir pemimpin pemimpin Indonesia sekwalitas beliau,
    Terima kasih buat Pak Andy Noya yang sudah menampilkan pribadi yang layak diteladani ini, rasanya harapan melihat Indonesia yang lebih baik jadi makin besar.

  8. asslm, sy kagum dan terharu atas perjuangan pak kyai Hasanain Juaini.
    Jika semua seperti beliau membangun pesantren putero karena Ibu madrasatul ula, Indonesia emas akan tercapai
    Salam Pak Kyai dan para santri

  9. * Thanks Kick Andy…..tlh memperkenalkan saya dg Tuan Guru Haromain Juaini….sore ini… Subhanallah…profil kyai yg “Kyai” yg PANTAS diteladani,yang MENDAMAIKAN jiwa-jiwa yang GERSANG.., yang menghidupkan SEMANGAT…,inilah yg akan sy sebut “Kyai yg MEMBUMI”
    * Tuan Guru…. semoga Allah memberi sy kesempatan untuk soan,belajar tentang HIDUP agar menjadi bekal MATI,
    * semoga akan lahir subur TUAN GURU..TUAN GURU yg MEMBUMI ini… di seluruh penjuru INDONESIAku….

    Sepinggan Baru, Balikpapan.

  10. Alhamdulillah, saya bisa mengenal sosok cerdas, tawadhdhu, zuhud dari Tuan Guru Hasanain. Ternyata masih ada teladan yang benar-benar perlu diteladani di bumi Indonesia ini.

    Begitu saya melihat beliau di acara Kick Andy, saya langsung berdoa semoga Allah melindungi, memberkahi, memberi umur panjang dan kesehatan bagi beliau.

    Saya berharap suatu saat Beliau menjadi pemimpin di negeri ini. Karena beliau bisa mengayomi, menyayangi, mendidik warga negera sehingga Indonesia menjadi negeri baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.. Amiin..

  11. Subhanallah! Saya sangat tersentuh oleh ceritanya. Kisah bagaimana orangtuanya membesarkan Pak Hasanaindan memberi nilai-nilai keteladanan. Saya sampai menitikkan airmata.Sungguh kisah yg luar biasa. Kerja keras yg membawa keberhasilan. Semoga اللّهُ selalu memberi perlindungan dan anugerahyang tak terkira. آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ . Seandainya anda jd Presidendi negeri ini

  12. ya alloh…rindu banget.. dengan nasehat beliau(TUAN GURU HASANAIN JUAINI) yang begitu penuh hikmah, panjangkan umur beliau yaa robb..

  13. Sungguh luar biasa…beliau Ustadz Juaini yang bersahaja dan punya prinsip yang kokoh. Mohon kiranya suatu saat nanti beliau untuk dihadirkan kembali dalam acara Kick Andi agar menginspirasi banyak orang. Allahu A’lam…

  14. subhanalloh.. pgen meneladani beliau, kami di wates kulon progo mau merintis sekolah berbasis pesantren. dmn cr info detailo ponpes nurul haromain?

  15. Allhamdulillah Ya Allah yang telah mempertemukan saya dengan Tuan Guru sebelum Beliau berangkat Ke India, untuk wawancara penelitian yang saya lakukan di Ponpes Nurul Haramain NW Putri…Terima Kasih Pak Tuan Guru Jazakumullah Khairon Katsiron

  16. bermula dari ‘kick andy’ oase iman terbayarkan yg selama ini ditunggu. subhanallah… bersyukur msh ada umat Rasulullah yg bisa mjd teladan. Insya Allah tgl 18 sept ini kami dari bandung berrencana silaturrahim kesana, melihat dan mendengar langsung dari tuan guru, prog kerja yg akan kami bawa ke daerah kami dari pengalaman tuan guru. jazakumullah… smg Allah menyampaikan kami di tanah lombok. amin

  17. Assalamu Alaikum Wr Wb.tgl 8 maret 2010,sy berkunjung ke pndok pesantren Nurul haramain,sangat terkesan dimana tuan guru menyampaikan bbeberapa konsep2 pendikan yg merupakan hal baru dlm dunia Islam punya kompetensi yg sangat besar ketika persamaan presepsi tentang bagaimana pendidikan pesantren bersatu tentang konsep bagaimana melihat orang2 islam tidak terbelakang drngan dunia IT,tetapi islam faham IT,lebih2 pada kitab lainnya :
    Orang islam bukan cuman mampu membaca kitab,akan tetapi islam menjawab peradaban dunia kedepan.Insya Allah tuan guru semoga kita dapat ketemu kembali ,kami bersyukur kpd Allah SWT kami dapat bertemu n kami diterima sebagai dari luar Provinsi NTB ,lanjutkan konsepnya Tuan Guru,semoga kami dpt mengikutinya ………Amin…Amin………..Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here