Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 10 September 2011 • INTERNASIONAL

RNW - Sejak dua pesawat menabrak Twin Towers pada 11 September 2001, muncul diskusi di dunia arsitektur tentang rentannya gedung tinggi terhadap serangan teroris. Walau demikian, para arsitek tidak kemudian hanya merancang gedung sederhana dan rendah. Para arsitek ternama Belanda memperlihatkan desain favorit mereka setelah 9/11.

Biro arsitek Mecanoo merancang gedung kantor dan apartemen Montevideo di Rotterdam, saat itu gedung paling tinggi di Belanda. Serangan di Amerika Serikat terjadi sebelum gedung di Rotterdam itu sempat dibangun.

Logika teroris
Menurut direktur Biro Arsitektur Mecanoo, Francine Houben, 9/11 memunculkan diskusi antara arsitek, pengembang dan pejabat pemerintah.

“Perlu tidak menyesuaikan konstruksi, apakah kita harus bersiap menghadapi ini? Akhirnya proyek tetap dilanjutkan seperti rencana awal. Perkiraan kita waktu itu para teroris menyerang gedung itu karena logika tertentu, bukan karena tingginya gedung itu. Dulu kita sering bikin gambar desain gedung dengan gambar pesawat sebagai latar belakang. Akhirnya kita hilangkan gambar pesawatnya karena itu seperti menyimbolkan pesawat itu akan terbang menabrak gedung,” jelas Houben.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih sedikit gedung tinggi dibangun. Gedung ‘icon’- gedung yang menjadi simbol sebuah kota dan menjadi kebanggaan perusahaan yang berkantor di sana- juga semakin sedikit dibangun. Ini lebih terkait dengan situasi ekonomi daripada keamanan.

Menurut arsitek Roberto Meyer, berdasarkan statistik, gedung semakin tinggi dibangun saat keadaan ekonomi baik. Perusahaannya, Meyer en Van Schooten Architecten, merancang ” De Schoen”, gedung Bank ING yang menjadi gedung icon tapi tidak tinggi.

Tinggi Tapi Aman
Setelah trend gedung tinggi dengan banyak gedung icon, menurut Meyer sekarang lebih banyak permintaan untuk gedung yang sederhana dan fungsional. “Karena krisis ekonomi perusahaan lebih berhati-hati. Permintaan gedung icon sebenarnya sudah tidak ada lagi.”

Namun demikian, setelah 9/11 masih ada gedung tinggi dibangun. ” Bangun gedung setinggi mungkin tetap menjadi kecenderungan manusia, terutama pria,” kata Houben.

Perhatian terhadap keamanan semakin ditingkatkan. ” Insiyur dididik untuk membangun seringan mungkin, untuk menghemat waktu dan material,” kata Jan Willem van Kuilenburg dari Biro Monolab.

Baru-baru ini, biro tersebut mengajurkan rancangan gedung tertinggi di Belanda. “Sekarang klien kami meminta semuanya lebih berat.” Selain itu, berkat teknik baru beton semakin sering dipakai untuk bangunan tinggi.

Tidak kebal serangan
Kebijakan keamanan selalu ada dalam setiap fase desain dan pembangunan. “Dimulai dari pemilihan lokasi,” kata Van Kuilenburg.

“Gedung tinggi di pemukiman penduduk lebih berbahaya kalau rubuh dibandingkan gedung yang terletak di dermaga dengan dikelilingi air. Interiur dalam juga perlu diperhatikan seperti tempat parkir di bawah gedung, atau mall di bawah tanah.”

Para arsitek sepakat tidak mungkin bisa membangun gedung yang seratus persen aman dari serangan teroris dengan memakai pesawat. “Anda hanya bisa bangun bunker saja kalau begitu.”(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com