MATARAM – Di Dusun Senaru ada pemukiman rumah adat Bayan yang bangunan rumahnya terbuat dari anyaman bambu dan beratap alang-alang. Komunitas di situ, adalah masyarakat adat Wetu Telu. Tidak ada yang mengetahui luas pemukimannya. Luas pemukiman adat Bayan ini sekitar satu hektar.
Di lingkungan komunitas rumah adat Bayan, di dalamnya ada 21 buah rumah yang bentuk di dalamnya sama, ada Inan Bale atau Bale Mengina – yaitu tempat menyimpan beras, benda keluarga di tengah-tengahnya, lamin juga untuk menempatkan barang rumah tangga, dan Amben Beri sebagai tempat tidur. Ukuran rumahnya sekitar lebar 7,5 meter dan panjangnya 6,5 meter. Ada yang lebih kecil dan ada yang lebih besar.
Ketua Rukun Tetangga 01 Dusun Senaru Nawasim, 37 tahun, jumlah penduduknya yang berada di dalam komunitas itu 21 kepala keluarga atau 70 jiwa yang mendiami 21 rumah – tidak pernah bertambah. Kalau ada yang berumah tangga, pasangan yang baru menikah atau orang tuanya mengalah untuk tinggal di luar komunitas tersebut. ‘’Mereka yang tinggal di luar membuat rumah di kebun,’’ kata Nawasim – anak dari Astranom. Bapaknya, menempati rumah di kebun bersama saudaranya yang lain. Sedangkan Nawasim tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya.
Di luar rumah, juga ada beberapa bangunan berugak yang disebut untuk tempat duduk-duduk yang berdiri menggunakan enam tiang. Di atasnya ada tempat menggantung al Qur’an atau Lontar disebut Ranjat.
Di halaman juga terdapat beberapa lumbung padi yang disebut Geleng dan di atas empat tiang bulatnya ada Jelepeng – menyulitkan tikus untuk naik. Lumbung padi ini mampu menyimpan 300 ikat padi atau per 100 ikatnya seberat delapan kwintal. Juga ada lumbung padi yang lainna disebut Sambi yang bentuknya lain tanpa Jelepeng.
Umumnya, penghuninya adalah petani. Tetapi ada juga yang bekerja sebagai porter pendakian ke gunung Rinjani. Dusun Senaru memang berada di kaki gunung Rinjani. Pintu pendakian berada di sebelah kanan pemukiman. Ada pula yang merantau sebagai TKI di Malaysia.
Sebelum mencapai Dusun Senaru ini, ada lokasi wisata alam air terjun Singang Gile atau disebut juga Sindang Gile yang untuk mencapainya harus melewati 200 anak tangga.(*)

