MATARAM – Jum’at (27/5-2011) pagi ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telekonferensi dari Jakarta Convention Center melaunching ground breaking pembangunan bendungan Pandandure Suwangi di Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Bendungan yang uji kelayakannya dilakukan sebanyak 16 kali selama 37 tahun sejak 1974 sampai 2011 ini dibangun agar dapat mengairi sawah seluas 10.350 hektar.
Pembiayaan bendungan saja diperhitungkan mencapai Rp560,786 miliar. Waktu pembangunannya selama lima tahun. ‘’Apabila ada percepatan pembiayaannya bisa selesai dalam waktu tiga tahun,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Barat Dwi Sugiyanto, Jum’at (27/5-2011) pagi.
Sesuai jadwal pekerjaannya tahun 2011 ini untuk pekerjaan persiapan dan terowongan mencapai Rp39,384 miliar. Tahun kedua, 2012 diantaranya membangun bendungan pelana dan bangunan pelimpah sebanyak Rp137,5 miliar dan seterusnya tahun ketiga terbesar mencapai Rp219,485 miliar untuk konstruksi pengelakan sungai bendungan utama, bendungan pelana bangunan pelimpah. Sedangkan keperluan saluran irigasinya diperhitungkan biayanya mencapai Rp200 miliar.
Dibangunnya Bendungan Pandanduri Suwangi ini untuk mengatasi keterbatasan ketersediaan air wilayah selatan Lombok Timur bagian selatan yang merupakan daerah kritis air di pulau Lombok. Curah hujan yang rendah hanya sebesar 800 milimeter per tahun di bawah angka curah hujan normal. Di sana tidak ada sumber air. Sebanyak 1,065 juta jiwa penduduk di sana memerlukan sumber air untuk mengatasi kekurangan air dan kekeringan.
Bendungan ini diharapkan mampu mengairi daerah irigasi (DI) Pandanduri 2.478 hektar, DI Suwangi 2.621 hektar dan dimungkinkan apabila mendapatkan tambahan pasokan air dari High Level Diversion (West Diversion) yang sudah ada di utara dapat memberikan suplesi kepada sistem sungai Gambir seluas 3.162 hektar. Dan jika East Diversion diwujudkan akan menambah areal seluas 2.087 hektar di DI Sakra dan DI Kondak.
Manfaat tidak langsung bendungan ini, antara lain mengurangi debit banjir di sungai bagian hilir bendungan dari debit puncak 1.517,94 meter kubik per detik menjadi 1.170 meter kubik.
Bendungan Pandan Duri Swangi ini merupakan bendungan ke-10 yang dibangun di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, sejak 1980 hingga 2003 lalu, pemerintah sudah membangun simbilan bendungan, dua di Lombok Tengah yaitu Batu Jai dan Pengga. Tujuh di pulau Sumbawa adalah Mamak, Tiu Kulit, Batu Bulan, Plara, Sumi, Pela Parado.
Launching Pandanduri Suwangi dilakukan dari Jakarta Convention Center, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus melakukan kegiatan utama Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di sana akan dilakukan telekonferensi masing 10 menit ke Semaingke Sumatera Utara untuk proyek kelapa sawit PTPN III, broadband access PT Telkom, PLTA Peusangan PLN, Trough Broadband Acces National PT Telkom. Di Cilegon Jawa Barat meliputi proyek perluasan pabrik PT Astra, jalan tol akses ke Pelabuhan Tanjung Priok, proyek perluasan produksi PT Krakatau Steel.
Di Halmahera, ada proyek fernickel smelter, PLTS Miangas, PLTS Sebatik, Alumina Smelter Grid PT Antam. Di Timika Papua, terdiri dari jalan raya Timika - Nabire, jalan raya Merauke – Tanah Merah – Jayapura, proyek kabel laut Telkom Manado – Jayapura.(*)

