SUMBAWA BESAR – Dilahirkan sebagai Muhammad Abdurrachman Daeng Raja Dewa yang kemudian berganti menjadi Daeng Muhammad Abdurrachman (DMA) Kaharuddin, 5 April 1941 di Sumbawa Besar pensiunan pejabat Bank Bumi Daya sebagai putra mahkota dari Daeng Manurung Sultan Kaharuddin III di Sumbawa, rencananya 5 April 2011 mendatang akan dinobatkan sebagai Dewa Masmawa Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin IV oleh Lembaga Adat Tana Samawa (LATS).
Ini adalah keberlanjutan dari kesultanan Sumbawa ke 17 setelah meninggalnya Sultan Muhammad Kaharuddin III pada tahun 1975. Ketua Dewan Pakar LATS Prof.Dr.Syaifuddin Iskandar yang juga Rektor Universitas Samawa mengatakan pentingnya kehadiran kembali Sultan Sumbawa. ‘’Sudah lama rindu adanya sultan. Sebagai tokoh pemersatu,’’ ujarnya sewaktu ditemui di Istana Bala Kuning, Kamis (17/3-2011) siang. Menurutnya, kehendak penobatan Sultan Sumbawa ini disepakati secara spontan oleh seluruh unsur yang hadir pada pertemuan majelis adat, 8-10 Januari 2011 lalu. ‘’Tidak ada skenario dan tidak ada tim sukses,’’ katanya kemudian.
DMA Kaharuddin yang sejak 2008 menjabat sebagai komisaris Bank Nusa Tenggara Barat, yang memiliki tinggi 178 senti dan berat 70 kilogram tersebut menyebutkan kehadirannya sebagai Sultan Sumbawa ke-17 tersebut bukan sebagai pemerintahan alternatif dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. ‘’Kalau ada kejenuhan masyarakat terhadap pemerintah daerah, boleh saja. Tapi peran sultan bukan sebagai alternatif ,’’ ucap DMA Kaharuddin.(*)

