Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 18 February 2011 • OLAHRAGA

RNW - Konflik antara Liga Primer dengan Liga Super di Indonesia terus berkepanjangan. Akibatnya para pemain yang menjadi korban. Proses naturalisasi Kim Jeffrey Kurniawan terhambat karena Persema pindah dari ISL ke LPI.

Menurut pelatih Persema Malang Timo Scheunemann, sampai hari ini SK WNI Kim Kurniawan tidak pernah sampai ke tangannya. Ia akan menyampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin ini mengenai hambatannya.

“Tadinya Badan Tim Nasional (BTN) itu akan memberikan SK itu kepada Kim selama AFF Cup, Desember 2010. SK ini oleh BTN diberikan kepada ketua umum PSSI, Nurdin Halid. Dengan alasan Nurdin Halid yang akan menyerahkan langsung kepada Kim Kurniawan. Tapi ternyata sampai sekarang tidak terlaksana juga dan Kim masih belum menerima SK itu.”

Alasannya diduga karena Kim bermain di tim LPI. “Karena KIM kemudian masuk LPI bersama Persema, akhirnya SKnya tidak jelas berada dimana.”

Pelanggaran HAM
Timo belum pernah menanyakan langsung kepada Nurdin Halid, tapi kepada pihak BTN. Tapi ia menduga penghambatan ini karena Persema pindah dari ISL ke LPI. Seharusnya menurut Timo, walaupun ada persilangan antara LPI dengan PSSI, tidak semustinya pemain dikorbankan. “Karena Kim kan individu. Sebagai warga negara Indonesia, terlepas dari PSSI atau LPI. Jadi ini sudah melanggar hak-hak asasi manusia,” ungkapnya pada Radio Nederland.

Usaha pria keturunan Jerman itu bukan hanya ke BTN saja. “Saya juga sudah beberapa kali minta LPI untuk mengurus, tetapi mereka juga kurang cepat dalam menangani, mungkin banyak urusan ya.”

Untuk itu Timo menempuh jalan lain. “Makanya saya langsung ke Menpora, untuk menyampaikan bahwa SKnya masih di Nurdin Halid.” Selanjutnya ia akan menyampaikan kasus ini ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kebetulan akan hadir pada acara Murdaya Po. “Pak Po ini yang sejak dari awal membantu Kim. Beliau memberi kesempatan hari Senin ini bertemu dengan SBY. Saya akan sampaikan bahwa proses naturalisasi yang ditandatangani oleh presiden, sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya karena dipegang PSSI.”

Bantu Pemain
Timo merasa tindakan ini semata-mata hanya karena ingin membantu anak buah yang kesulitan. “Saya kan hanya pelatih yang ingin membantu pemain.”

Sehubungan dengan berita rencana PSSI mendorong deportasi 22 pemain asing, Timo tidak terlalu percaya, karena LPI di bawah naungan pemerintah. “Itu tidak betul. Karena tidak bisa mendeportasi karena LPI kan di bawah pemerintah. Beda ceritanya kalau LPI tidak dinaungi pemerintah.”

Deportasi Pemain Asing
“Karenanya tidak mungkin PSSI mendesak pemerintah untuk mendeportasi pemain, padahal pemerintah sendiri mendukung. Kan ini tidak masuk akal. Kalau FIFA ingin menindak, ya terhadap organisasi yang berada di bawahnya. Sementara LPI ini tidak dibawah FIFA. Jadi mau menghukum bagaimana?” Tuturnya kepada RNW.

Timo tetap membela kepindahan Persema ke LPI sebagai sebuah langkah yang betul. “Karena sudah terlalu lama sepakbola Indonesia dicurangi, mencurangi, mafia wasit, sistem yang tidak jelas.”

Alasan yang paling utama bagi Timo adalah APBD. “Terutama masalah APBD. Selalu memakai APBD. PSSI selalu bilang, Nurdin Halid selalu bilang pemerintah sudah seharusnya membela sepakbola bahkan mendukung sepakbola. Itu betul, seluruh dunia seperti itu. Karena itu kebanggaan bangsa.”

Sependapat dengan Nurdin
Ia sependapat dengan Nurdin Halid soal dukungan pemerintah, tetapi tidak lewat APBD. “Tapi dukungannya melalui fasilitas. Melalui ijin keramaian, polisi, dan lainnya. Bukan memberikan APBD untuk tim profesional. Itu tidak ada di dunia ini. Sudah waktunya liga profesional itu bebas dari APBD.”

Baginya APBD diprioritaskan untuk kepentingan lain. “APBD itu cocok untuk akademi-akademi di tingkat-tingkat kota dan kabupaten supaya makin banyak pemain bola Indonesia yang betul-betul terdidik dari kecil. Sehingga manfaannya terasa oleh masyarakat luas. Bukan hanya dirasakan oleh 25 orang dalam tim profesional,” tutupnya kepada Radio Nederland.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com