KORAN TEMPO (Ahad, 6/2-2011) - Adjie Massaid bukan artis pertama yang meninggal mendadak setelah berolahraga. Sebelumnya, ada aktor kawakan Benyamin Sueb dan pelawak Basuki, yang juga mengembuskan napas terakhir sesudah berolahraga. Pada 5 September 1995, Benyamin meninggal setelah bermain bola akibat serangan jantung. Sedangkan Basuki meninggal pada 12 Desember 2007. Mantan anggota Srimulat ini pingsan setelah bermain futsal, kemudian mengembuskan napas terakhir.
Staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Michael Triangto, SpKO, menjelaskan bahwa kematian mendadak akibat aktivitas olahraga biasanya memang disebabkan oleh serangan jantung atau penyakit pembuluh darah, seperti stroke. “Risiko serangan kedua penyakit ini meningkat seiring pertambahan usia,” kata Michael kemarin.
Tubuh orang-orang yang berumur di atas 40 tahun, Michael menambahkan, sudah tidak prima. “Besi yang sudah berumur 40 tahun pasti sudah karatan. Begitu pula dengan tubuh,” tutur Pengurus Pengembangan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis itu Untuk orang-orang seperti itu dan jarang berolahraga, Michael menyarankan agar menghindari
olahraga kompetisi, seperti tenis, sepak bola, atau bulu tangkis. Pasalnya, olahraga ini, “Memaksa tubuh bekerja jauh di atas kemampuannya.” Ketua Advokasi Pengurus Besar Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, dr Ari Fahrial Syam, SpPD, menganjurkan agar orang-orang yang “berumur” itu melakukan cek kesehatan rutin. Treadmill test, kata dia, bisa dipilih untuk mendeteksi kelainan jantung lebih awal. “Walaupun kita rutin berolahraga, bukan berarti tidak ada risiko serangan jantung,” ia menegaskan.(*)

