KUALA LUMPUR - Presiden SBY meminta timnas Indonesia tidak patah semangat atas kekalahan dari Malaysia dengan skor 0 -3 di final leg pertama Piala AFF Suzuki, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12) malam . Hal ini disampaikan Menpora Andi Mallarangeng usai melaporkan hasil pertandingan dengan Presiden melalui telepon, Minggu (26/12) malam.
Presiden juga meminta agar tak saling menyalahkan, tapi justru melakukan konsolidasi intensif menhadapi pertandingan final leg kedua, tanggal 29 Desember mendatang di Jakarta.
Dalam laporannya kepada SBY, Andi Mallarangeng menyampaikan di mana para pemain telah berjuang maksimal. Namun sayang pada babak kedua, konsentrasi terganggu karena oleh sinar laser yang sasarannya ke pemain kita, terutama saat-saat kritis. Sebenarnya sinar laser sudah terjadi sejak babak pertama, pada babak kedua kita protes keras sehingga wasit menhentikan pertandingan sekitar lima menit .
Andi menambahkan, Presiden berpesan untuk mengakui keunggulan lawan secara sportif. ” Kita jangan patah semangat, masih ada pertandingan leg kedua dan harus kita menangkan, kita pernah menang 5-1 atas Malaysia, insya Allah bisa menang lagi seperti itu,” ujar Andi.
Presiden juga meminta kepada pemain, ofisial, dan pelatih agar mempersiapkan diri dengan baik, konsentrasi penuh atas pertandingan berikutnya, jangan terganggu dengan berbagai hal lain. “Kepada masyarakat Indonesia, mari kita dukung terus Timnas kita,” ujar Andi.
Presiden mengajak untuk mendukung timnas dengan sportif. “Kita ingin menang secara ksatria, jangan ada yang mengganggu, baik itu petasan, atau laser, atau tindakan yang tidak terpuji. Marilah kita menjadi tuan rumah yang baik, kita akan mengulangi kemenangan pada babak penyisihan sebelumnya, ” kata Andi. Presiden juga menyampaikan salam kepada para pemain dan meminta tetap semangat.(win/todi/kemenpora)

