KUALA LUMPUR - Yuda Fahrul Roji Harahap (18 tahun) kelahiran Medan, meraih medali emas pada kejuaraan dunia taekwondo GTF Word Champions 2010 yang diikuti 14 negara di Cheras, Selangor. Yuda tak mewakili Indonesia tapi mewakili Malaysia. Bagaimana bisa? Berikut ceritanya ketika ia sampaikan kepada Menpora Andi Mallarangeng, Sabtu (25/12), di Kuala Lumpur.
Yuda empat tahun yang lalu mengikuti kedua orangtuanya, Sarwadi Husen dan Hafnidar Hutagalung, hijrah ke Malaysia. Saat ini, Sarwadi bekerja di Kedutaan Besar Bangladesh. Sejak kedatangannya di negeri jiran itu, Yuda berlatih taekwondo sambil bersekolah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKA).
Ternyata putra asli Batak itu memiliki kemampuan yang luar biasa di cabor beladiri ini. Akhirnya Yuda diminta memperkuat tim Malaysia pada kejuaraan dunia GTF. Menurut Menpora, saat bertemu Yuda di acara tatap muka masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur, Sabtu (25/12) siang, di Gedung SIKA, mengatakan, banyak putra-putri Indonesia di luar negeri yang ikut orangtuanya apakah sedang dinas maupun bekerja, memiliki bakat olahraga yang andal.
“Ini sedang kita pantau terus,” ujar Menpora mencontohkan Irfan Bachdim, asli Malang, walaupun besar di Belanda tapi mengikuti orangtuanya dan tetap warga negara Indonesia.
“Jadi Irfan itu bukan naturalisasi, memang putra Indonesia. Banyak lagi sedang kita pantau dan diharapkan mereka kembali membela Merah Putih di ajang-ajang Internasional. Program Indonesia Emas, juga bisa diperuntukkan untuk atlet-atlet yang berada di luar negeri tersebut,” kata Menpora.
Keinginan Yuda untuk membela Indonesia segera ditindaklanjuti. Untuk itu Menpora menugaskan Staf Ahli Tunas Dwidharto yang hadir dalam acara tersebut.(win/todi/kemenpora)

