Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 20 November 2010 • DAERAH

MATARAM – 10 orang aktifis gabungan Partai Rakyat Demokratik dan Lembaga Bantuan Hukum APIK melakukan aksi solidaritas terhadap penderitaan TKW asal Kabupaten Dompu Sumiati, 23 tahun, yang mengalami penganiayaan oleh majikannya awal Nopember 2010 lalu. Aksi dilakukan secara berbaris memanjang persis di tengah jalan depan pintuk masuk Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berseberangan dengan pendopo Gubernuran NTB.

Mereka menilai penganiayaan terhadap Sumiati adalah bentuk ketidak mampuan pemerintah memberikan perlindungan terhadap warganya. Padahal, para TKI asal NTB cukup banyak memberikan pendapatan kepada keluarganya hingga lebih Rp600 miliar setahun. TKI itu tidak hanya jadi obyek saja, namun harus diberikan perlindungan. ‘’Moratorium pemberangkatan TKI ke Timur Tengah tidak menyelesaikan masalah,’’ kata Kordinator Wilayah Partai Rakyat Demokratik Ahmad Rifai.

Sebaliknya Kordinator Penanganan Buruh Migran LBH APIK NTB Ida Made Kartane mengemuakan bahwa seharusnya, perlu dilakukan revisi Undang-Undang Nomor : 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri. ‘’Sebab, orientasinya hanya prioritas penempatan,’’ ujarnya. Dari 109 pasal diantaranya hanya tujuh pasal yang mengatur perlindungan.

Ida Made Kartane juga meminta Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan peraturan daerah yang mengatur tentang penempatan dan perlindungan warganya yang bekerja ke luar negeri.(*)

2 Comments »
  • Ya sudah jelaslah tidak akan menyelesaikan masalah..!! Menurut saya. Jangan buat peraturan, persyaratan dan tetek bengek lainnya itu hanya untuk Calon TKI dan PJTKI. Tapi Pemerintah juga hendaknya adakan MOU dengan negara2 yang akan membutuhkan jasa para TKI kita. Dimana isinya paling tidak bisa menguntungkan semua pihak dan yang terpenting melindungi atau menjamin segala bentuk kehidupan TKI yang bersangkutan selama bekerja di Luar Negeri. “MOHON SIAPAPUN YANG SEMPAT MEMBACA KOMENTAR SAYA INI, TOLONG DI PERBANYAK DAN DISEBARLUASKAN” KALAU BISA BANTU SAYA BAGAIMANA CARANYA AGAR DIBACA OLEH BAPAK2 KITA DIPEMERINTAHAN PUSAT LEWAT DEPARTEMEN2 TERKAIT. SEBAB SUDAH SAATNYA BANGSA INDONESIA INI HARUS MENUNJUKAN BAHWA KITA PUNYA HARGA DIRI.

    Comment by Insyaf Sadar — November 21, 2010 @ 11:22 am

  • saya rasa apa yang diputusskan oleh bapak gubenur sudah tepat…saya sebagai TKI mendukung keputusan itu…perjanjian nggak akan pernah di tepati oleh oknum orang arab saudi, ini sudah dari sananya bahwa oknum orang2 saudi itu suka ingkar janji..memang mereka mau menandatangani perjanjian itu tapi dalam pelaksanaannya nggak akan pernah mereka melakukannya(munafik) jadi ahiri saja pengiriman TKW perbanyak pengiriman tenaga profesional,,,harga diri bangsa tidak ada kalau hanya mengirim pembantu rumah tangga…saya sebagai TKI di saudi arabia tau betul apa yang diderita para TKW dan apa yang di lakukan juga para TKW dari NTB…asal kita mau jujur aja mereka banyak yang melakukan perzinahan di saudi arabi,,bukan hanya sama orang saudi tapi juga sama teman dari NTB sendiri… ini fakta yang saya dapatkan,,,saya minta sama bapak Gubenur NTB stop pengiriman TKW udah terlalu banyak maksiat dan kekerasan fisik yang diderita sama saudari2 kita disaudi arabia.

    Comment by farel — November 22, 2010 @ 5:07 am

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com