MATARAM – Salat Idul Adha 1431 H tingkat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung di lapangan Bumi Gora kompleks kantor Gubernur NTB, Rabu (17/11-2010) pagi ini, pukul 7 waktu setempat. Dosen Fakultas Syariah IAIN Mataram Dr.H.M.Said Ghazali bertindak sebagai khatib dan imam pimpinan Pondok Pesantren At Tahzib Kekait Lombok Barat.
Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi menyerahkan 10 ekor sapi dan 28 ekor kambing yang terkumpul melalui Panitia Hari Besar Islam NTB kepada penerima hewan qurban tersebut dari berbagai lembaga sosial diantaranya Pondok Pesantren Darun Najah di Lingsar Lombok Barat dan pondok pesantren Darul Falah Pagutan Mataram. ‘’Mari kita tingkatkan semangat qurban dan peduli terhadap sesama umat yang menghadapi musibah,’’ katanya dalam sambutan Idul Adha.
Sewaktu menyampaikan khotbahnya, Said Ghazali berkaitan dengan makna Idul Adha menyebutkan bahwa kekuatan umat yang harus dibangun adalah kekuatan ekonomi. Ini pelajaran yang bisa diambil dari Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya yang mau berusaha untuk mencari rezeki yang halal, bukan menghalalkan segala cara. ‘’Kesulitan hidup tidak bisa dijadikan alasan untuk menghalalkan segala cara dalam mencari harta,’’ katanya.
Kemudian ia mengatakan keyakinan bahwa Allah punya maksud baik dan rezeki ditanganNya, membuat manusia seharusnya mau berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu Allah SWT, senang kepada siapa saja yang berusaha mencari rezeki secara halal meskipun harus dengan susah payah. Usaha yang halal meskipun sedikit diperoleh dan berat untuk memperolehnya lebih berkah dan mulia, dari pada banyak dan mudah mendapatkannya. ‘’Jika mengemis saja sudah kurang terhormat, apalagi mencuri atau korupsi memanfaatkan fasilitas negara dengan cara-cara yang tidak halal,’’ ucapnya kemudian.
Sebelumnya, Said Ghazali mengingatkan adanya mereka yang berada dalam kelompok-kelompok aliran atau pemahaman keagamaan. Tetapi seharusnya tidak membuat ta’ashub (semangat golongan) dan fanatik, lalu merasa benar sendiri. Menganggap kelompok lain yang sebagai yang salah. Harus diingat bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan bukti keimanan. ‘’Dan bila ini belum kita wujudkan pertanda lemahnya tingkat keimanan yang kita miliki,’’ ujarnya. Kemudian ia mengutip firman Allah yang menyebutkan bahwa sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka perbaikilah hubungan kedua saudaramu itu dan bertaqwalah kepada Allah. ‘’Supaya kamu mendapat rahmat,’’ ujarnya.(*)

