Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Thursday, 11 November 2010 • DAERAH

MATARAM – Jumlah kepala rumah tangga perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 20,41 persen. Mereka sebanyak 77,75 persen tidak atau belum pernah sekolah dan tamat SD, kemudian 57,14 persen statusnya janda. Terbanyak atau 56,47 persen bekerja sebagai buruh tani.

Kondisi 20,41 persen kepala rumah tangga perempuan di NTB tersebut, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Soegarenda, cukup besar. ‘’Saya merinding melihat angkat ini. Rentan sekali banyaknya perempuan yang cerai,’’ katanya, Kamis (11/11-2010).

Soegarenda memaparkan hasil Sensus Penduduk 2010 di NTB tersebut dalam pemaparan Piramida Penduduk Dalam Perspektif Gender di Provinsi NTB dalam forum seminar Hari Statistik dan World Statistic Day di Hotel Lombok Raya Mataram.

Hanya saja, pemaparan angka keprihatinan perempuan tersebut belum bisa disajikan dengan menyajikan data nominalnya, karena masih melakukan cacah ulang di beberapa dusun. Sedangkan Rata-rata umur pada perkawinan pertama mereka di NTB 19,59 tahun. Usia terendah di Kabupaten Lombok Timur 18,45 tahun dan usia tertinggi menikahnya di Kota Bima, 22 tahun. Kalau dilihat per pulau, di Lombok usia menikahnya rata-rata 18,93 tahun dan di Sumbawa 20,74 tahun.

Soegarenda menyebutkan tingginya kepala rumah tangga perempuan berstatus cerai, 57,14 persen dan pendidikan rendah, kemampuan ekonomi rendah dan terlalu cepat menikah membuat kematangan kejiwaan rendah. ‘’Daya tawarnya rendah,’’ ucap Soegarenda.

Sebelumnya, BPS NTB memperoleh angka jumlah penduduk perempuan di NTB lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki. Hasil Sensus Penduduk 2010 yang jumlah keseluruhannya 4.496.855 jiwa, penduduk perempuannya 2.316.687 jiwa atau lebih banyak 136.519 jiwa dibandingkan penduduk laki-lakinya sebanyak 2.180.168 jiwa.

Ketua Pusat Penelitian Peranan Wanita Universitas Mataram Ruth Stella Petrunella Thei mengatakan kondisi prihatin perempuan di NTB ini juga karena rendahnya pendidikan akibat budaya patriarki. Perempuan yang menikah pada usia dini sehingga belum siap mental sehingga mudah bercerai. Karena itu perlu mendidik dan memberdayakan perempuan utamanya yang memiliki anak perempuan. ‘’Agar siap mental dalam berumah tangga,’’ ujarnya.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» POTENG JAJE TUJAK SEBAGAI MAKANAN KHAS WARGA SASAK DI LOMBOK
09/21/2014 06:15 pm | 2 Comments
» Perkara Sengketa Tanah Selong Belanak
09/13/2014 12:16 pm | 1 Comment
» Rawan Korupsi, KPK Awasi Dana Pendidikan
09/03/2014 11:28 am | 1 Comment
» KAPAS TEMUAN BATAN DITANGKARKAN DI LOMBOK BARAT
08/30/2014 10:17 am | 4 Comments
» Pergantian Tahun 2013 Di Kawasan Pantai Senggigi
08/28/2014 09:12 am | 1 Comment
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com