Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 6 November 2010 • AGAMA

JEDDAH - Imigrasi Bandara King Abdul Azis (KAIA) Jeddah, mendeportasi 61 orang jamaah calon haji dari luar negeri. Mereka tertangkap basah menggunakan visa haji palsu atau diketahui masuk dalam daftar hitam orang yang dicari.

Tidak dirinci apakah ada jamaah asal Indonesia yang dideportasi tersebut. Kepala Daerah Kerja Jeddah dikonfirmasi hal ini mengatakan tidak satupun jamaah calon haji asal Indonesia yang ditahan terkait visa haji palsu. “Antara dokumen dan catatan sidik jari berbeda, kami curiga ini palsu,” kata pejabat senior bandara KAIA Brigjen Ayed Al-Harbi, di Jeddah Jumat (5/11) seperti dilansir arab news.

Tertangkapnya para calon haji tersebut didukung dengan peralatan canggih yang pada musim haji kali ini baru dipasang. Direktorat Jenderal Imigrasi mengatakan peralatan secara akurat dapat mendeteksi pemalsuan dengan menggunakan teknik penyinaran ultraviolet, perbandingan sidik jari dan inframerah. “Artinya setiap ada penambahan calon haji illegal yang tidak resmi atau penghapusan dan perubahan data , dapat dideteksi dengan bantuan perangkat tersebut,” kata Al Harbi.

“Semua titik masuk di Bandara, Pelabuhan dan darat kami pasang dengan alat tersebut untuk mencegah calon haji illegal masuk,” kata Al-Harbi. Dia menambahkan ekspatriat yang masuk dalam 61 orang tersebut tidak akan diizinkan untuk datang kembali sebagai jamaah haji di masa datang.

Ditambahkan ke-61 orang tersebut juga tidak akan bisa masuk kembali ke Arab Saudi meskipun menggunakan paspor baru yang berbeda.

Peralatan canggih itu juga akan memberi tanda peringatan bahaya bagi petugas imigrasi jika ada salah satu jamaah yang teridentifikasi tidak sesuai dokumen. Sistem ini berisi data paspor dari sejumlah besar negara sehingga setiap pemalsuan dokumen, khususnya haji, bisa diidentifikasi. (arab news/timur arif/mch jeddah/kemenag)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com