Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 25 October 2010 • DAERAH

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) sedang menyusun data base kemiskinan agar dapat melakukan penanggulangan kemiskinan. Setiap pemerintah kabupaten dan pemerintah kota diberikan bantuan pembiayaan sebesar Rp1 miliar. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ditantang untuk membuat inovasi agar dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat NTB.

Setahun terakhir, seperti diakui oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Rosyadi Sayuti, meskipun masih berada di urutan enam provinsi termiskin di Indonesia, sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan lebih satu persen. Padahal provinsi lain kurang dari satu persen. ‘’Sebelumnya, sepuluh tahun terakhir tidak pernah menurunkan di atas satu persen,’’ kata Rosyadi, dalam paparan Kebijakan Aplikatif Mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTB pada pelatihan Wartawan Ekonomi – Bank Indonesia di Pelangan Sekotong Lombok Barat, yang berlangsung Sabtu – Ahad (23-24/10-2010).

Data terakhir Badan Pusat Statistik NTB, kemiskinan penduduk di NTB mencapai 21,55 persen atau 1.009.352 orang dari 4.496.855 jiwa jumlah penduduknya. Penduduk miskin di kota lebih tinggi yaitu mencapai 28,16 persen atau 552.617 jiwa dan di pedesaan sebesar 16,78 persen atau 456.735 jiwa.

Untuk mengatasi kemiskinan ini, dibentuk Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan yang diketuai oleh Wakil Gubernur NTB Badrul Munir dan Sekretaris Kepala Bappeda NTB Rosyadi Sayuti. Adapun pemberian dana masing-masing daerah kabupaten-kota sebesar Rp1 miliar untuk kelompok miskin cluster satu dan cluster dua. ‘’Untuk mereka yang berpotensi bergerak dalam usaha ekonomi produktif,’’ ujar Rosyadi.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbagai program selain gratis biaya pendidikan dan gratis pelayanan kesehatan untuk yang tidak mampu, Pemprov NTB menggelar program unggulan PIJAR (sapi, jagung dan rumput laut). Mengenai Bumi Sejuta Sapi, didanai Pemprov NTB dan pemerintah pusat sudah menyebarkan bantuan sapi senilai Rp60 miliar agar terjadi pertambahan sapi, pertambahan kepemilikan sapi dan pertambahan peternakan. Sedangkan untuk produksi jagung, perbankan nasional sudah mengeluarkan pinjaman kepada petani di Kabupaten Dompu sebanyak Rp50 miliar.

Rosyadi menyebutkan pertumbuhan ekonomi NTB adalah bukti nyata dari hasil program Pemprov NTB yang memberikan beasiswa dan sapi kepada masyarakat. ‘’Tidak mungkin perekonomian bisa tumbuh kalau program tidak jalan,’’ ucapnya.

Pemimpin Bank Indonesia Mataram Mohammad Junaifin menjelaskan bahwa dari sisi pertumbuhan ekonomi diprediksi pada triwulan III-2010, yaitu sebesar 7,5 persen. ‘’NTB termasuk daerah yang berada dalam level pertumbuhan yang tinggi,’’ ucapnya. NTB berada di urutan kedua nasional setelah Sulawesi Barat.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com