Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 6 September 2010 • PENDIDIKAN

MATARAM – Lima orang warga kota Mataram melek huruf yang tamat pendidikan keaksaraan fungsional diberikan hadiah lebaran masing-masing Rp2,5 juta oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madjdi, Senin (6/9-2010) siang ini. Mereka yang berasal dari binaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) La Tansa baru pulang mengikuti lomba keaksaraan di Bandung tersebut menempati peringkat empat nasional. Seorang tutor pemberantasan buta aksara Nur Islamiati di Kelurahan Tanjung Karang Ampenan Mataram juga memenangkan lomba karya tulis warga belajar yang menempati urutan kedua.

Marsin, 65 tahun, tukang sapu di kota Mataram bersama empat orang ibu rumah tangga lainnya Yuni yang sehari-hari bekerja sebagai pesuruh, Nurhasanah pedagang jajan, Suhar pedagang bakulan di pasar dan Hadijah pedagang nasi balap memperoleh santunan menjelang lebaran tersebut di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB. Bersama mereka yang berasal dari Kelurahan Kamasan, juga diberikan santunan Rp2,5 juta. Nur Islamiati juga mendapatan santunan lebaran Rp2,5 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB Lalu Syafii menyebutkan kelima warga belajar buta aksara tersebut layak dipuji setelah mengikuti pelatihan selama 32 hari bisa membaca dan menulis huruf apa pun. ‘’Kalimat atau kata mampu kami baca,’’ kata Suhar menjawab Muhammad Zainul Madjdi.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi yang seorang tuan guru di Lombok mengingatkan mereka hendaknya menambah ilmu yang juga berarti semakin menambah keimanan dan amalan. ‘’Insya Allah dengan paham membaca memudahkan,’’ ujarnya.

Selain itu, juga tidak melupakan menyekolahkan ana-anak mereka. Katanya, pendidikan harus menjadi perhatian. ‘’Bukan hanya makanan saja, perhatikan ilmu,’’ ucapnya menyambung pesannya. Program pengentasan buta aksara tersebut, bukan tujuan akhir. Tetapi juga untuk meningkatkan kwalitas hidup.

Sejak pertengahan Januari 2010 lalu, bekerja sama mahasiswa peserta kuliah kerja nyata Universitas Mataram, Pemerintah Provinsi NTB menjalankan KKN tematik keaksaraan fungsional (KF).

Sebanyak 6.370 orang tua penyandang buta aksara di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah diajarkan membaca dan menulis. Setiap dua orang mahasiswa mengajar 10 orang warga selama 32 hari atau 112 jam yang setiap pertemuan selama 3,5 jam. Kerja samanya dilakukan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB yang membiayai keperluan warga tersebut sebesar Rp1,6 miliar.

Tidak hanya Unram yang memberlakukan KKN KF, untuk pembelajaran 21.000 orang penyandang buta aksara, Pemerintah Provinsi NTB juga menggandeng STKIP Hamzanwadi yang menargetkan 6.670 orang dan perguruan tinggi lainnya.

Di NTB, yang masih buta aksara sebanyak 417.000 orang yang tersebar di 10 kota dan kabupaten se NTB. Angka drop out SD/Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 6.008 orang atau 1,10 persen, SMP/Madrasah Tsanawiyah 3.041 orang atau 1,83 persen dan yang tidak sekolah usia 7-15 tahun sekitar 46.098 orang.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com