MATARAM – Diluar sektor tambang yang digarap PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang menghasilkan Rp8,872 triliun, selama dua triwulan 2010 sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghasilkan Product Domestic Regional Brutto (PDRB) Rp4,402 triliun. Di urutan berikutnya adalah perdagangan dan hotel-restoran sebesar Rp2,957 triliun, pengangkutan dan komunikasi Rp1,609 triliun.
Adapun secara keseluruhan, PDRB NTB – termasuk hasil tambang mencapai Rp24, 204 triliun. Sedangkan jika dihitung tanpa hasil tambang besarnya PDRB NTB Rp15,332 triliun. ‘’Kondisi perekonomian NTB yang lebih relevan tanpa menyertakan nilai tambah pertambangan,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik NTB Soegarenda dalam penyampaian PDRB triwulan II-2010, Kamis (5/8-2010) sore.
Laju pertumbuhan ekonomi NTB secara triwulanan, triwulan II-2010 dibanding trwulan I-2010 mengalami pertumbuhan sebesar 2,31 persen. Tanpa hasil tambang PT NNT, kalau triwulan I-2010 sebesar Rp7,403 triliun makan pada triwulan II-2010 bertambah menjadi Rp7,929 triliun.
Sektor primer yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB adalah sektor pertanian dan sektor pertambangan dan galian. Pada triwulan I-2010 sektor pertanian menghasilkan Rp2,092 triliun dan triwulan II-2010 sebesar Rp2,310 triliun. Sektor pertanian merupakan sektor unggulan Provinsi NTB karena sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian.
Membaiknya ekonomi NTB pada triwulan II-2010 ini disebabkan selain musim panen raya juga peningkatan kepariwisataan dan meningkatnya jumlah penumpang baik pada angkutan udara maupun laut. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang terus bertambah dari 42,62 persen pada bulan April 2010 menjadi 50,26 persen pada bulan Juni 2010.
Sektor perdagangan, hotel dan restoran menghasilkan Rp1,54 triliun dan sektor jasa-jasa Rp1,30 triliun.(*)

