Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 3 August 2010 • EKONOMI

MATARAM – Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (BPS NTB) membuka diri terhadap para anggota DPR RI maupun DPRD NTB yang tidak yakin dengan menurunnya jumlah penduduk miskin. Sebab penurunan angka kemiskinan yang diperoleh BPS adalah merupakan hasil pencacahan yang dilakukan. Di NTB penduduk miskin berkurang 41.596 orang atau 1,23 persen bila dibandingkan periode Maret 2009.

BPS NTB merilis angka kemiskinan penduduk NTB bulan Maret 2010 sebanyak 1.009.353 orang atau 21,55 persen sedangkan pada bulan Maret 2009 tercatat 1.050.948 orang atau 22,78 persen. Penduduk miskin lebih banyak berada di perkotaan dibanding di pedesaan. Kalau di ab, jiwa atau 16,78 persen. Garis kemiskinan di NTB meningkat dari semula sebesar Rp185.025 menjadi Rp196.185.

Kepala BPS NTB Soegarenda mengatakan wajar jika ada anggota DPR baik yang di pusat maupun di daerah NTB yang merasa ragu terhadap angka penurunan kemiskinan penduduk. Namun ia juga mengaku memastikan melakukan pembelaan diri terhadap hasil kerjanya. Karena itu ia merasa perlunya anggota DPR untuk ikut secara mendadak menyertai petugas BPS yang melakukan pencacahan. ‘’Tidak perlu direncanakan supaya tidak terjadi rekayasa. Mari silahkan ikut,’’ kata Soegarenda, Selasa (2/8-2010).

Menurutnya, perselisihan terhadap hasil survei disebutkan karena tiga alasan. Pertama menyangkut metodologi, kemudian yang kedua ketidak pahaman terhadap metodologi dan ketiga yaitu persepsi. ‘’Antara data dan persepsi tidak mudah dijelaskan,’’ ujarnya.

Sebagai bagian dari data penurunan angka kemiskinan di Indonesia, jumlah dan persentase penduduk miskin di NTB 2001-2010 cukup berfluktuasi. Selama 2001-2004 jumlah penduduk miskin cenderung mengalami penurunan dari 1.175.500 jiwa atau 30,43 persen hingga 2004 mencapai 1.031.605 jiwa atau 25,26 persen. Namun dengan adanya kenaikan harga barang kebutuhan pokok akibat dua kali kenaikan harga BBM pada tahun 2005 kembali mengalami peningkatan 2005 menjadi 1.136.524 jiwa atau 25,92 persen dan tahun 2006 mencapai 1.156.144 jiwa atau 27,17 persen. Sedangkan pada tahun 2007 mengalami penurunan, yakni 1.118.452 jiwa atau 24,99 persen hingga sekarang ini 2010 menjadi 1.009.352 jiwa atau 21,55 persen.

Garis kemiskinan di daerah perkotaan Rp223.784 atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah pedesaan Rp176.283. ‘’Penghitungan kemiskinannya berdasar pengeluaran rumah tangga,’’ kata Soegarenda dalam paparan tingkat kemiskinan di NTB tahun 2010 di kantornya.

Kepala Bidang Statistik Sosial Wahyudin menyebutkan bahwa garis kemiskinan makanan Rp149.358 atau jauh lebih besar dibandingkan dengan garis kemiskinan bukan makanan Rp46.827. Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan pada tahun 2010 mnecapai 3,77 atau mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2009 sebesar 5,15. Demikian pula indeks keparahan kemiskinan mengalami penurunan dari 1,68 menjadi 1,01. ‘’Sumber data yang dipakai hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Panel Modul Konsumsi bulan Maret 2010,’’ kata Wahyudin.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com