MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menurunkan angka kemiskinan penduduknya hingga 1.014.750 orang dalam setahun, 2009. Kalau semula setahun sebelumnya jumlah penduduk miskin 1.057.410 jiwa atau 23,40 persen dari seluruh penduduknya, ini berarti telah berkurang menjadi hanya 21,88 persen.
Kabupaten Dompu merupakan daerah yang tertinggi penurunan angka miskin penduduknya yaitu 2,76 persen dan terendah di kota Mataram sebesar -0,72 persen dan kota Bima -0,73 persen. ‘’Ini mengindikasikan tingkat kedalaman kemiskinan di perkotaan lebih tinggi dibanding di luar perkotaan,’’ kata Wakil Gubernur NTB Badrul Munir dalam rapat paripurna DPRD NTB, Kamis (15/7) siang ini.
Dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik, bahwa secara nasional NTB termasuk provinsi paling progresif dalam menurunkan angka kemiskinan, di urutan ke-6 dari tujuh provinsi yang mampu menurunkan jumlah penduduk miskin di atas satu persen, yaitu 1,23 persen. Di urutan pertama adalah Sulawesi Utara 1,88 persen, Gorontalo 1,82 persen, Sulawesi Barat 1,71 persen, Jawa Timur 1,42 persen, Lampung 1,28 persen dan Jawa Tengah 1,16 persen.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik NTB Soegarenda menjelaskan bahwa lebih banyak penduduk miskin di kota mencapai 552.617 jiwa atau 28,16 persen dan di pedesaan 456.735 jiwa atau 16,78 persen. ‘’Garis kemiskinan di perkotaan memang lebih tinggi dibanding di daerah pedesaan,’’ ujarnya. Di kota garis kemiskinan mencapai Rp223.784 dan di pedesaan Rp176.283.(*)

