Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Thursday, 8 July 2010 • EKONOMI

MATARAM – Untuk mengatasi dihapusnya minyak tanah bersubsidi keperluan oven (omprongan) tembakau di Lombok, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memberikan bantuan masing-masing Rp5 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada setiap pemilik omprongan yang belum melakukan konversi. Jumlahnya, masih 11.000an unit dari sejumlah 16.000an unit yang dimiliki petani tembakau Virginia Lombok.

Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah NTB Muhammad Nur menjelaskan bahwa bantuan tersebut digunakan hanya untuk mengganti tungku omprongan tersebut. ‘’Bukan untuk membeli yang lain,’’ katanya, menjawab konfirmasi, Kamis (8/7) pagi. Kalaupun kebutuhan konversi tungku tersebut memerlukan dana lebih dari Rp5 juta, maka selisihnya ditanggung sendiri oleh pemiliknya.

Muhammad Nur mengemukakan bahwa saat ini sudah ada 25 persen tungku omprongan yang telah siap menggunakan batu bara sebagai pengganti minyak tanah. Sebab, jika menggunakan minyak tanah non subsidi dinilainya sangat tidak ekonomis. Untuk kebutuhan omprongan tembakau di Lombok, sudah disiapkan persediaan mencapai 75 ribu ton selama musim panen tembakau.

Sejak tahun 2010 ini, Pemprov NTB mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau sebanyak Rp109,382 miliar akan membagi 40 persen kepada daerah kabupaten penghasil, 30 persen untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan 30 persen selebihnya dibagi rata kepada kota-kabupaten lainnya di NTB. Secara riil Kabupaten Lombok Timur sebagai penghasil terbanyak menerima Rp32 miliar, Pemprov NTB Rp32 miliar, Lombok Tengah Rp10,8 miliar, Lombok Barat Rp8,07 miliar, Kabupaten Bima Rp5,6 miliar, Kabupaten Sumbawa Rp5,5 miliar, Kota Mataram Rp4,859 miliar dan seterusnya Kabupaten Lombok Utara Rp2,79 miliar, Kota Bima Rp1,73 miliar.dan Kabupaten Sumbawa Barat Rp1,32 miliar.

Dana bagi hasil yang menjadi bagian Pemprov NTB sebanyak Rp35 miliar, akan diberikan lagi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam rupa tungku konversi batu bara senilai Rp14 miliar dan Lombok Tengah Rp13 miiar.

Selama ini keperluan minyak tanah omprongan tembakau menghabiskan 45.000 kiloliter (KL). Kepala Dinas Perkebunan NTB Ihya Ulumuddin mengakui adanya petani yang tidak bersedia melakukan modifikasi kompor berdalih masih memiliki persediaan minyak tanah. Utamanya kekawatiran adanya 6.331 petani swadaya yang tidak bersedika melakukan konversi. ‘’Dari mana nantinya dapat minyak tanah,’’ kata Ihya secara terpisah.

Lombok NTB adalah penghasil 80 persen tembakau Virginia dari kebutuhan industri rokok nasional. Sejak 2006, produksinya terus meningkat dari 31.507 ton menjadi 41.161 ton pada tahun 2009 lalu. Tahun 2010 ini diperkirakan mencapai 70.763 ton. Kwalitas tembakau Virginia Lombok berada di nomor urut tiga setelah Brazil dan Ameriksa Serikat.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com