MATARAM – 311.394 pelanggan listrik daya 450 VA dan 900 VA di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak terkena kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang mulai diberlakukan 1 Juli kemarin. Mereka adalah 83 persen dari jumlah pelanggan di daerah ini. Sedangkan 62.519 pelanggan berdaya 1300 VA terkena pembelakuan TDL baru tersebut.
Kalau berdasar TDL 2003 pendapatan setahun terakhir PLN di NTB sebesar Rp470 miliar sedangkan biaya produksinya mencapai Rp1,5 triliun maka berarti subsidi yang diberikan pemerintah sebanyak Rp1,03 triliun. Jika disesuaikan dengan TDL yang baru maka PLN di NTB memperoleh tambahan pendapatan dari pelanggan sebesar Rp5,6 miliar.
Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN NTB Anggoro Tjiptoharto bersama Manajer Sumber Daya Manusia dan Komunikasi Hukum dan Adminitrasi (KHA) Achmad Zudjadj, Manajer PLN Cabang Mataram Akhiyar menjelaskan secara khusus kepada wartawan di Media Center Kantor Gubernur NTB, Jum’at (2/7-2010) siang. ‘’PLN tidak punya urusan langsung dengan TDL. Ini keputusan politik dari pemerintah, ‘’ kata Achmad Zudjadj.
Disebutkan bahwa PLN tidak ada masalah dengan TDL karena ada kenaikan atau tidak perusahaan memperoleh kompensasi subsidi dari pemerintah. Idelanya memang memperoleh marjin namun sampai saat ini hanya ada subsidi. ‘’Total pendapatan sekarang hanya untuk menutupi biaya operasi,’’ ujar Anggoro.
Saat ini pelanggan listri di NTB 91 persen adalah rumah tangga, bisnis 4 persen, sosial 3 persen, lain-lain 1 persen, pemerintah/JPU 1 persen. Sedangkan penggunaan daya listrik di NTB terbesar adalah oleh rumah tangga 63 persen, bisnis 18 persen, pemerintah/JPU 7 persen, lain-lain 6 persen, sosial 4 persen, dan industri hanya 2 persen.(*)

