Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 2 July 2010 • PARIWISATA

MATARAM – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) akan memberikan sertifikasi kompetensi kepada 10.000 orang tenaga kerja Indonesia di sektor pariwisata. Sertifikasi tersebut untuk memperkuat daya saing bekerja hingga di kawasan Asia Tenggara. Adanya sertifikasi tersebut diyakini memiliki kemampuan di bidang pekerjaannya.

Sayangnya, masih ada orang yang tidak terlalu bersemangat untuk mengikuti uji kompetensi karena belum tersosialisasi dengan baik. Padahal diharapkan seluruh tenaga kerja Indonesia di bidang pariwisata telah memiliki sertifikasi kompetensi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Kemenbudpar Putu Laksaguna, menjelaskan, Indonesia dipilih sebagai leader country standar kompetensi tenaga kerja pariwisata tingkat ASEAN. ‘’Karena konsep yang dimiliki Indonesia dalam membentuk SDM pariwisata dinilai sangat bagus dan baru pertama di ASEAN,’’ ujarnya, di Senggigi Lombok Barat, Kamis (1/7) malam. Konsep itu diterapkan di empat Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIP), yakni Bali, Bandung, Makasar dan Medan.

Indonesia memiliki UU kepariwisataan dan sedang disusun Peraturan Pemerintah (PP) yang didalamnya diatur tentang keharusan tenaga kerja pariwisata harus memiliki sertifikasi kompetensi. Setelah keluarnya PPnya, ditargetkan 10 ribu orang tenaga pariwisata akan disertifikasi awal di Indonesia. ” katanya.

Menurut Laksaguna, pemberian sertifikasi kompetesi tenaga kerja pariwisata sebagai peluang kerja dan perlindungan pasar tenaga kerja pariwisata di luar negeri. Dalam hal ini, program sosialisasi harus intensif dilakukan, khususnya bagi pemerintah. Sebab, kedepan setiap calon tenaga kerja pariwisata harus memiliki sertifikasi kompetensi pariwisata.

Diamsalkan sebagai supir yang harus memiliki surat izin mengemudi (SIM), guna memperoleh sertifikasi kompetensi memerlukan pembiayaan Rp 1 juta - 2,5 juta, tergantung dari bidang yang dipilih. Tahap awal, pemerintah memberikan subsidi terhadap tenaga kerja pariwisata hingga paham pentingnya sertifikasi.

Laksaguna berada di Senggigi Lombok Barat bersama Sekretaris Jenderal Kemenbudpar Wardiyatmo, yang hadiri dalam pertemuan ASEAN NTOs ke 32 yang merupakan pertemuan tingkat senior atau dibawah menteri di bidang pariwisata ASEAN. Pertemuan ini membicarakan perkembangan kerjasama pariwisata ASEAN yang dihadiri, Indonesia, Cambodia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Selain itu, hadir beberapa perwakilan Jepang, China, China, India dan UNEP.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com