Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 27 April 2010 • DAERAH

MATARAM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat (PKH NTB) menolak adanya tawaran pemerintah pusat untuk membantu sapi bibit asal Australia. Sebab, NTB sudah ditetapkan sebagai pusat pembibitan ternak sapi lokal jenis Bali. Karenanya, dimintanya pemerintah memberikan bantuan dana untuk keperluan pembelian sapi bibit lokal untuk dibagikan kepada kelompok petani peternak agar dapat mendukung program Bumi Sejuta Sapi.

Setelah kunjungan Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi mengikuti kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Australia dan dilanjutkan kunjungan Wakil Gubernur NTB Badrul Munir ke Darwin – Northern Teritory, Indonesia direncanakan akan mendapatkan bantuan 2.500 ekor sapi bibit dari Australia dan bantuan dana latihan peternak di Australia sebesar US $ 15 juta.

Menurut Kepala Dinas PKH NTB Abdul Samad, sebaiknya NTB diberikan dananya saja agar dapat mempercepat pembibitan sapi ras lokal Bali. ‘’Minta mentahannya saja yang diberikan,’’ katanya, Selasa (27/4-2010), sewaktu menjelaskan program Bumi Sejuta Sapi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk mendukung pemerintah mewujudkan swasembada daging.

Apalagi untuk memelihara sapi Autralia memerlukan keterampilan teknologi yang tinggi dan perlakuan khusus walaupun nilai sapi bibit asal Australia lebih tinggi 10 kali lipat harganya dari sapi potong biasa. Di Australia pun untuk kepentingan sapi bibit peternaknya memperoleh insentif. Katanya, selama kurun waktu 2004-2010 sudah memasok ke provinsi lain sebanyak 52.000 ekor namun tidak mendapatkan insentif.

Semula NTB berniat dilakukan penghentian memberikan bantuan penyaluran sapi bibit ke daerah lain karena kekawatiran mengalami kekurangan. Kalau tahun 2009 lalu NTB masih menyediakan 8.500 ekor kepada provinsi lain, tahun ini melalui rapat yang berlangsung 6 April lalu dikurangi menjadi hanya 6.000 ekor untuk sembilan daerah provinsi di Indonesia. ‘’Sapi bibit dari NTB memang dikenal kwalitasnya baik,’’ ujarnya. Kalau tidak ada perhatian terhadap pembibitan di NTB, akan berniat menghentikan penyalurannya.

Untuk program BSS yang dilakukan Pemprov NTB tahun 2010 ini, kelompok peternak mendapatkan bantuan 1.100 ekor sapi bibit dan 80 ekor sapi pejantan senilai Rp10 miliar. Sudah 600 kelompok petani yang mendaftar mendapatkan bantuan yang setiap kelompoknya menerima dua ekor. Selain itu, juga melakukan penjaringan untuk pencegahan pemotongan sapi bibit oleh pedagang hingga 8.000 ekor dalam setahun. ‘’Sapi bibit yang dicegah itu juga dibeli pemerintah. Ini bentuk negosiasi dengan pemerintah pusat,’’ ucapnya.

Provinsi NTB menargetkan pertumbuhan pedet (anak sapi) mencapai 45 persen dari sebelumnya hanya 37 persen. Setahun akan bertambah 90.000 ekor. Jarak kelahiran didekatkan kalau semula setiap 18 bulan menjadi 14 bulan atau setiap induk setahun satu anak. Kematian pedet pun dikurangi dari semula 20 persen bisa menjadi lima persen. Kegiatan peningkatan kwalitas sapi NTB ini dibantu Australian Center for International Research (ACIAR).(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com