MATARAM – Prihatin terhadap perkembangan negara dan daerah yang semakin kacau, sebanyak 55 orang tokoh partai politik, lintas agama dan pensiunan serta akademisi bersama pengusaha di Nusa Tenggara Barat (NTB) bergabung dalam Barisan Kehormatan Rakyat. Mereka mengaku ingin menjadi ‘’penyanding’’ pemerintah dan membela rakyat akan melakukan kritisi kebijakan yang bersifat independen.
Dimotori oleh eks Ketua DPD Partai Golkar NTB Mesir Suryadi yang juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 bersama kawan-kawan hampir seusianya, 70an tahun menyatakan pendirian BKR tersebut kepada wartawan, selepas salat Jum’atan, Jum’at (23/4-2010) siang. ‘’Sekarang ini dimana-mana kurang kontrol timbul penyelewengan,’’ katanya. Rencananya, BKR yang mengambil sikap non profikt dan telah didaftarkan di Badan Keselamatan Bangsa Politik Dalam Negeri NTB akan dideklarasikan Senin (26/4-2010) pagi.
Adapun nama-nama mereka yang bergabung diantaranya adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram Satriawan Sahak, bekas ketua DPD Partai Golkar Lombok Barat dan Ketua DPRD Lombok Barat Takdir Mahdi, bekas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Machfud Ahmad, bekas pengurus Golkar yang juga ketua Kadin NTB Lalu Herry Prihatin, bersama dua orang perempuan bekas anggota DPRD NTB Lale Suryatni dan Sri Hartini.sema
BKR tersebut, yang jabatan sekretarisnya dipegang oleh Ketua DPD Partai Hanura Kota Mataram Syaiful Islam, selain terdiri dari pengurus inti juga dilengkapi divisi pengaduan masyarakat, divisi advokasi hukum, divisi kelembagaan dan divisi perempuan. Semuanya dibentuk untuk membantu masyarakat termasuk kaum perempuan yang menghadapi masalah.
Machfud Ahmad mengatakan semua rekannya yang bergabung adalah orang-orang yang semasa mudanya memiliki sikap idealis dan pernah memegang organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Dewan Mahasiswa. Adanya kasus perkelahian antar kampung, perampokan dan masalah narkoba disebutnya karena frustrasi terhadap keadaan. ‘’Ini yang menyebabkan keterpanggilan untuk memberikan solusi. Bukan karena sudah pensiunan,’’ ucapnya.(*)

