Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 19 April 2010 • DAERAH

MATARAM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Badrul Munir meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB menyiapkan rencana aksi menghadapi perubahan iklim. Gejala perubahan iklim tersebut, kini telah dirasakan dampaknya. Kasus lahan kering dan kekeringan di NTB semakin meningkat dan meluas.

Kekeringan di NTB akhir-akhir ini semakin menghawatirkan. Berdasarkan data dari dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, sampai dengan 24 Maret 2010, luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan ringan hingga gagal panen (puso) mencapai lebih dari 29 ribu hektar. Kalau dibiarkan akan mengancam ketahan pangan kita, ujarnya. Untuk itu, Badrul Munir meminta para pejabat pemerintahan segera siapkan rencana aksi untuk mengatasi kekeringan itu. ‘’Lebih tanggap dengan situasi yang ada,’’ katanya.

Upaya mengantisipasi perubahan iklim yang berdampak pada kondisi pangan, Badrul Munir mengharapkan agar rencana aksi yang disusun benar-benar memperhatikan peta pangan dan daerah-daerah rentan rawan pangan yang tersebar diseluruh kabupaten dan kota. Penanganannya tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan semua istansi terkait harus memiliki kepekaan. Menurutnya, Bappeda memiliki peranan strategis untuk memastikan dan menjamin perencanaan dan pelaksanaan program antar sektor dan antar instansi serta masyarakat, agar dapat berjalan secara serasi, terpadu dan berkelanjutan dengan memperhatikan skala prioritas.

Baddrul Munir mengemukakannya kepada seluruh pejabat struktural di lingkungan Bappeda NTB sewaktu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Lalu Moh. Faozal dan kepala Inspektorat Provinsi NTB Najamuddin, Senin (19/4-2010).

Ia juga meminta penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan NTB tahun 2010 untuk rencana kerja pemerintah daerah 2011 disiapkan lebih baik. Dimintanya antara program-program sektoral dengan program-program regional dipaduserasikan. Ia juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk mengawal dan mempertajam pelaksanaan program-program unggulan daerah misalnya Bumi Sejuta Sapi, Visit Lombok Sumbawa 2012, Agribisnis Jagung dan Rumput laut dan lainnya.

Untuk mempercepat akselerasi dari program-program tersebut, maka perlu dilakukan penjadualan program yang ketat serta didukung pola anggaran yang proporsional. Karena itu, diperlukan analisis yang cermat dan mendalam sehingga seluruh program dan kegiatan dapat mencapai sasaran dan target kinerja yang diharapkan.(*)

1 Comment »
  • Di sekotong, saat ini semakin berbahaya, khususnya dari mesin mesin pengolah emas, air limbah merkuri dan arsenik serta putas sbg bahan pemisah logam semakin mengkhawatirkan, belum lagi sekian ribu mesin2 tersebut menyedot ribuan kubik air tanah setiap hari sebagai pembersih lumpur merkuri dan logam, aduh kiamat sekotong sudah dekat

    Comment by Aok aneh — April 20, 2010 @ 8:16 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com